Ungguli 700 Pelajar dari 45 Negara, Siswa Indonesia Raih 7 Medali di Kompetisi Debat AS

Ungguli 700 Pelajar dari 45 Negara, Siswa Indonesia Raih 7 Medali di Kompetisi Debat AS
info gambar utama

Berdebat memang bukan hal yang dibenarkan secara umum apabila dilakukan tanpa tujuan dan makna yang baik. Namun pada beberapa kondisi berdebat kerap dilakukan untuk beberapa tujuan, misalnya diskusi hingga tujuan mengasah kecerdasan dalam bentuk kompetisi. Sama halnya seperti yang dilakukan salah satu pelajar berprestasi Indonesia, yakni Denzell Malachi Freddynanto.

Denzell belakangan mencuri perhatian, karena prestasinya yang berhasil mewakili Indonesia di kompetisi debat bergengsi dunia, yakni Tournament of Champions, World Scholar's Cup di Universitas Yale, Amerika Serikat, pada bulan November lalu.

Tak tanggung-tanggung, pelajar yang masih duduk di bangku setingkat Sekolah Mengengah Pertama (SMP) tersebut, berhasil membawa pulang sebanyak enam medali emas dan satu medali perak, dari kompetisi yang dimaksud.

Tak main-main, pesaing atau peserta lain yang berhadapan dengan Denzell nyatanya juga berasal dari 45 negara lain di berbagai belahan dunia.

Bagaimana cara Denzell bisa mengungguli mereka semua?

Indonesia Sikat Medali Sambil Pecahkan Rekor Gemilang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022

Menyisihkan 700 peserta dari 45 negara

Delegasi pelajar Indonesia di kompetisi debat | Anissa Sharmanti via VOA Indonesia
info gambar

Lebih detail, disebutkan jika peserta yang mengikuti kompetisi debat sama seperti Denzell ada sebanyak 700 pelajar tingkat setara SMP, yang berasal dari 45 negara lain.

Dengan pencapaian yang diperoleh, Denzell berhasil mengungguli ratusan peserta lain tersebut, dan jadi yang paling unggul.

Denzell yang saat ini diketahui merupakan siswa kelas 9 sekolah Mentari Intercultural School Bintaro tersebut menjelaskan, jika selama ini ia banyak belajar dari berbagai kelebihan maupun kekurangan yang dilakukan dalam berbagai kesempatan kompetisi debat sebelumnya. Terlebih, ia juga mengaku banyak berlatih dengan menyaksikan video debat profesional pada platform jejaring sosial dan konten YouTube.

"Aku suka latihan dengan buka YouTube, lihat debat yang sedang berjalan, dan aku debat dengan mereka, walaupun mereka tidak bisa debat dengan aku, jadi aku dapat melatih diri agar bisa pikir on the spot dengan cepat," jelas Denzell, mengutip VOA Indonesia.

Sebenarnya selain Denzell, masih ada juga sejumlah pelajar lain dari Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini. Dalam prosesnya, mereka harus melalui rangkaian tahap uji mulai dari debat individu, debat kelompok, menulis, hingga cerdas cermat yang mana semuanya dilakukan dalam bahasa Inggris.

Kompetisi debat itu sendiri berlangsung selama enam hari di New Haven, Connecticut. Sementara sebelum berangkat ke negeri Paman Sam, sejumlah pelajar Indonesia yang ikut berpartisipasi termasuk Denzell juga lebih dulu mengikuti tahap penyisihan baik di tingkat regional maupun global.

Medali di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022 Buka Jalan Eko Yuli Irawan ke Olimpiade 2024

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini