Berbeda dengan Indonesia, Mari Mengintip Perayaan Hari Ibu di Berbagai Negara

Berbeda dengan Indonesia, Mari Mengintip Perayaan Hari Ibu di Berbagai Negara
info gambar utama

Bertepatan pada tanggal 22 Desember, Indonesia merayakan cinta kasih kepada para ibu, baik yang sudah atau bahkan akan menjadi seorang ibu. Bagi anak, ibu adalah seorang guru, teman, dan panutan karena intensitas antara ibu dan anak sangat dekat, sejak bayi hingga dewasa. Bermula pada Kongres Perempuan Indonesia seperti yang telah dirilis pada artikel oleh Kawan GNFI, Dimas Wahyu Indrajaya, selengkapnya bisa dibaca di sini.

Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu di Indonesia tidak bisa disamaratakan, pasalnya secara global Hari Ibu diperingati setiap tanggal 8 Mei. Perayaan Hari Ibu sering kali disemarakkan dengan berbagai cara, seperti memberi kado, mengalihkan pekerjaan rumah kepada anak atau suami, serta memberikan kebebasan waktu sendiri bagi para ibu sebagai bentuk apresiasi. Namun, ada beberapa negara yang merayakan Hari Ibu di tanggal berbeda dengan perayaan menarik. Yuk, intip keseruannya!

  1. Thailand

12 Agustus merupakan hari ulang tahun Ratu Sirikit yang pada akhirnya pada tahun 1976 ditetapkan sebagai Hari Ibu di Thailand. Masyarakat Thailand merayakan Hari Ibu dengan berbagai cara, seperti memberikan persembahan kepada biksu Budha, memberi kado, menyuguhkan hidangan spesial, dan menghadiri acara sekolah. Anak sekolah juga menghadiri acara sekolah bertajuk perayaan Hari Ibu, seperti pembacaan puisi dan bernyanyi, di hadapan para ibu. Puncak acara Hari Ibu di tiap sekolah adalah memberikan penghormatan kepada ibu dengan berlutut dan bersujud yang mengundang rasa haru-sukacita. Selamat Hari Ibu bahasa Thai “S̄uk̄hs̄ạnt̒ wạn mæ̀”.

  1. India

Negara “Anak Benua Asia” ini memperingati Hari Ibu selama 10 hari bertepatan dengan perayaan Durga Puja yang diselenggarakan pada musim gugur antara bulan September dan Oktober atau bulan Ashvin pada kalender Hindu. Durga Puja dilaksanakan dengan khidmat dan seremonial dalam merayakan kemenangan Dewi Durga (istri Dewa Siwa) setelah melawan iblis Mahishasur sekaligus merayakan hasil panen sebagai bentuk rasa terima kasih pada bumi. Pada 5 hari terakhir perayaan, masyarakat melakukan penghormatan bagi Dewi Ibu dengan melakukan beberapa ritual khusus, berpesta, pemberian hadiah, dan pawai keliling kota. “Maatri Divas kee shubhkaamyaaye” dengan arti “Selamat Hari Ibu”.

Cinta Kasih Ibu | Daria Obymaha (pexels.com)
info gambar
  1. Polandia

“Dzien Matki” pada Bahasa Polandia diterjemahkan sebagai Hari Ibu diperingati setiap tanggal 26 Mei dan dirayakan oleh masyarakat. Sejumlah anak membuat kartu ucapan yang dibuat sendiri dan dihias dengan gambaran tangan juga beberapa catatan kecil atau disebut “laurki”. Keluarga juga mengadakan perayaan kecil dengan hidangan spesial dan memberikan hadiah maupun bunga. Selamat Hari Ibu dalam bahasa Polandia adalah “Wszystkiego najlepszego w dniu matki”.

  1. Perancis

Sebagai bentuk penghargaan bagi para ibu yang telah membesarkan anak mereka, pemerintah Perancis menetapkan Hari Ibu sejak tahun 1920. Perayaan Hari Ibu dilakukan pada hari Minggu pada pekan terakhir bulan Mei atau pekan awal bulan Juni. Masyarakat Perancis sering kali merayakan Hari Ibu dengan menyajikan santapan spesial atau melakukan reservasi makan malam di restoran beberapa minggu sebelumnya. Sangat mewah sekali! “Bonne Fête des Mères” atau Selamat Hari Ibu dalam Bahasa Perancis

  1. Jerman

Beralih ke Kota Berlin berasal, peringatan Hari Ibu di Jerman bermula dari festival musim semi Medieval yang memperingati hari kelahiran dan kehidupan baru pada tahun 1922. Perayaan Hari Ibu dilakukan hari Minggu pada pekan kedua bulan Mei. Seperti halnya perayaan ibu di negara lain, masyarakat Jerman juga merayakan Hari Ibu dengan memberi kado, bunga, dan kartu ucapan kepada para ibu dengan ucapan “Schönen Muttertag” dengan arti Selamat Hari Ibu.

Perayaan Hari Ibu | Ekaterina Bolovtsova (pexels.com)
info gambar
  1. Ethiopia

Negara yang memiliki penanggalan kalender sendiri ini sangat fleksibel dalam merayakan Hari Ibu setiap tahunnya. Seperti pada saat Festival Antrosht yang terselenggarakan selama 3 hari di Afrika dengan mendedikasikan perayaan bagi para ibu. Festival tersebut dilaksanakan pada akhir musim hujan atau pada awal musim gugur dengan melakukan aktivitas bersama keluarga, seperti berpesta dan menceritakan suatu kisah dari para leluhur. Dalam tradisi, anak perempuan membawa buah-buahan, sayur-mayur, atau berbagai keju, sedangkan anak laki-laki membawa daging, kemudian digabung menjadi satu untuk membuat hidangan tradisional yang lezat. Masyarakat Ethiopia mengucapkan “Melikami ye’inati k’eni” sebagai arti dari Selamat Hari Ibu.

  1. Bolivia

Perlawanan para wanita Bolivia terhadap jenderal Spanyol pada tanggal 27 Mei 1812 patut diacungi jempol. Pasalnya, para wanita hanya mempunyai persenjataan seadanya (seperti senjata kecil, tongkat, dan panci), tetapi kegigihan dan keberanian mereka tidak padam untuk mempertahankan negaranya. Atas aksi heroik para wanita Bolivia, tanggal 27 Mei ditetapkan sebagai Hari Ibu di negara Bolivia. Perayaan Hari Ibu dilaksanakan secara besar-besaran dengan membagikan kado, hidangan lezat, dan bunga pada hari itu yang diperuntukkan untuk semua wanita, baik yang telah menjadi ibu, calon ibu, maupun remaja perempuan.

  1. Peru

Sama halnya seperti Jerman, Peru juga merayakan Hari Ibu pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Negeri Kentang ini sangat antusias untuk merayakan Hari Ibu selama seminggu dalam beberapa tahun terakhir dengan ditemuinya banyak acara di pusat kota dan di tiap sekolah, bahkan banyak toko yang menawarkan diskon spesial. Bentuk perayaan sama dengan perayaan di beberapa negara lain, seperti kegiatan memberi kado, belanja, dan makan di restoran. Namun, Peru memiliki satu tradisi yang berbeda. Pada Hari Ibu, keluarga akan berkunjung ke makam leluhur dan/atau saudara wanita mereka, seperti buyut wanita, nenek, ibu, dan bibi, dengan tujuan membersihkan makam, mendoakan mereka, serta menaburkan bunga di atas makam. Setelah itu, mereka akan tetap di pemakaman untuk berbagi makanan maupun minuman dengan anggota keluarga besar lainnya.

  1. Meksiko

Di Meksiko penghormatan bagi seorang ibu telah lama dilakukan oleh peradaban pribumi kuno, seperti suku Maya. Negara Sombrero ini merayakan Hari Ibu setiap 10 Mei tiap tahunnya. Perayaan Hari Ibu dilakukan seperti pada umumnya, yaitu membangunkan ibu dengan sebuah nyanyian, memberikan banyak kado, dan berpesta bersama keluarga besar. Sama halnya dengan negara Bolivia, Peru, dan Meksiko yang menggunakan bahasa Spanyol, maka Selamat Hari Ibu diucapkan seperti “Feliz Día de la Madre

Kado Perayaan Hari Ibu | cottonbro studio (pexels.com)
info gambar

Itulah sebagian negara yang memiliki tanggal perayaan Hari Ibu yang berbeda dengan yang ditetapkan secara global serta perayaan uniknya. Meski berbeda tanggal perayaannya, ini bergantung pada kejadian masa lampau yang mendasari penetapan tanggal resmi Hari Ibu. Tujuan perayaan Hari Ibu antar negara kurang lebih sama, yaitu menjunjung tinggi martabat wanita, menghargai dan menghormati wanita, mengapresiasi upaya wanita yang telah berkomitmen menjadi ibu, seperti telah melahirkan anak dan telah merawat anak hingga dewasa. Hanya menghitung hari, Indonesia akan merayakan Hari Ibu, kado apa yang sudah Kawan siapkan?

Referensi: Sunday Citizen | Good News From Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NU
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini