Pelestarian Wisata Alam Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu Kulonprogo

Pelestarian Wisata Alam Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu Kulonprogo
info gambar utama

Indonesia merupakan sebuah negara berkepulauan yang terdirikan dari berbagai macam pulau yang didalamnya memiliki potensi terbesar kedua di dunia dalam keanekaragaman hayati darat (trrestrial biodiversity) dan kenekaragaman hayati laut (marine biodiversity).

Menurut data SLHI pada 2013 yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup, jumlah pulau di Indonesia mencapai 13.466 pulau yang memiliki garis pantai sepanjang 80.791 km. Maka negara Indonesia mempunyai sebuah peluang sekaligus tantangan yang besar dalam pengembangan dan pengelolaan potensi keanekaragaman hayati darat maupun keanekaragaman hayati laut.

Salah satu wilayah kekayaan sumber daya alam Indonesia yang berpotensi besar merupakan wilayah pesisir. Sumber daya alam pada wilayah pesisir dan laut, seperti pemanfaatan minyak dan gas, mineral, perikanan, terumbu karang, dan wisata. Namun, dengan munculnya isu pemanasan global yang harus mendapatkan perhatian besar karena dapat berdampak langusung terhadap perubahan iklim global yang menyebabkan atmosfer yang tidak stabil. Seperti yang sekarang kita alami perubahan iklim dapat kita lihat secara temporal yang semakin lama meningkat intensitas munculnya cuaca yang ekstrim pada kawasan tertentu, perubahan pola hujan serta peningkatan suhu dan permukaan air laut.

Dampak dari peningkatan air laut dan cuaca ekstrim yang dapat menimbulkan gelombang ekstrem memunculkan pengaruh kerusakan ekosistem pesisir seperti adanya pengkikisan garis pantai di pengaruhi oleh pasang surut air laut serta keadaannya akan berubah dari waktu hingga ke waktu selanjutnya.

Munculah sebuah usaha masyarakat dalam menanggulangi pengikisan garis pantai dengan pengelolaan hutan mangrove. Pada saat ini Indonesia memiliki pelestarian hutan mangrove yang kini kian cukup luas, yaitu sekitar 3,5 juta hektar yang khususnya pada Provinsi Jawa Tengah sekitar 37.237 Ha potensi wilayah mangrove dan 4.408 ha area tutupan hutan mangrove.

Daerah pemberdayaan masyarakat terhadap pengelolaan hutan mangrove terletak di Pasir Pantai Kadilangu yang beralamatkan Pasir Padilangu, Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta berjarak sekitar 58 km dari pusat kota Jogya. Hutan mangrove Pantai Pasir Kadilangu memiliki luas sekitar 3 Ha yang sekarang dikelola oleh masyarakat sekitar menjadi desa wisata hutan mangrove.

Pada objek wisata Pantai Pasir Kadilangu ini memang tidak seperti pantai lainnya yang menyajikan keindahan pantai pasirnya, akan tetapi wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan hamparan hutan mangrove hijau yang terbentang nan luas. Pengunjung dapat mengelilingi hutan mangrove dengan melewati jalan yang dibuat dari bambu dan kayu, juga tersedia perahu untuk wisatawan oleh pengelola wisata tersebut.

Wisata Mangrove Pantai Pasir Kadilangu
info gambar

Sajian alam yang memesona dan tumbuhan mangrove yang terbentang luas memiliki manfaat beraneka ragam demi kestabilan ekosistem muara, khususnya bagi masyarakat pesisir. Hutan mangrove memiliki beberapa manfaat, yaitu melindungi pantai atau pesisir dari pengaruh abrasi yang disebabkan air sungai dan laut, menghindari dari intrusi air laut, tempat tinggal dan berlindung ekosistem air, menghasilkan bahan alami bernilai ekonomis, memiliki edukasi dan mitigasi pada perubahan iklim melalui penyerapan CO2 dari udara.

Wisata hutan mangrove pantai pasir kadilangu dikembangkan olah masyaralat sekitar sejak 2017 dengan pemberdayaan hutan mangrove di sekitar aliran sungai dan pesisir pantai yang memiliki luas hampir 3 Ha yang kian kini semakin banyak pengunjungnya pada setiap musim liburan maupun hari biasa.

Wisata mangrove ini mulai beroprasi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB yang berdaya tarif tiket Rp5000/orang, dengan tarif parkir kendaraan motor sekitar Rp3.000 dan mobil Rp5.000. Adapun fasilitas yang tersedia yaitu anekaragam spot foto yang unik juga menarik, menyajikan kuliner ikan segar, dan tak luput dengan pemandangan pantai juga tambak yang terbentang luas di sekitarnya.

Destinasi wisata hutan mangrove ini sangat menyenangkan untuk dikunjungi oleh wisatawan untuk menghabiskan waktu libur menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Wisatawan dapat menikmati keindahan pemandangan sunset yang begitu memesona ketika sore hari, begitupun pada pagi hari dapat menikmati udara yang sejuk. Wisata ini sangat cocok sekali untuk dikunjungi bersama keluarga sahabat maupun teman.

Referensi

Jumarddin.La.Fua, “ Manajemen Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia Untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Melalui Pendekatan Ekonomi Hijau”, Ed. Ke-32, Mei 2015.

Islinawati.Soleh, Hadiyanto,dkk, “Pengembangan Masyarakat Melalui Pelestarian Hutan Mangrove Oleh Kelompok Tani Patra Karida Wana Lestari di Kecamatan Kampung Laut Cilacap”, Vol.03, No.02.

Adi.Susanto, dkk, “ Kondisi Kesehatan Ekosistem Mangrove Sebagai Sumber Potensial Pengembangan Ekonomi Kreatif Pesisir Selat Sunda”, Maret 2022.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ER
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini