Lempar Lembing: Cari Tahu Arti, Sejarah, Aturan, dan Teknik Berlatih yang Tepat

Lempar Lembing: Cari Tahu Arti, Sejarah, Aturan, dan Teknik Berlatih yang Tepat
info gambar utama

Olahraga lempar lembing merupakan salah satu olahraga atletik yang melatih otot tangan dan menjadi olahraga yang kerap dipertandingkan di ajang turnamen olahraga dunia. Lempar lembing juga termasuk dalam olahraga yang masuk dalam olimpiade. Selain itu, olahraga ini juga memiliki sejarah yang cukup panjang.

Melansir dari berbagai sumber, artikel ini akan membahas tentang pengertian lempar lembing, sejarah lempar lembing, aturan, teknik lempar lembing yang tepat, dan lain sebagainya. Maka dari itu, simak artikel ini sampai tuntas.

Definisi Lempar Lembing

Melansir dari laman Wikipedia, lempar lembing adalah olahraga yang dilakukan dengan cara melemparkan sebuah tongkat dengan jarak sejauh-jauhnya. Semakin jauh tombak yang dilempar, maka semakin tinggi pula jumlah peringkat yang didapatkan oleh atlet. Olahraga lempar lembing merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang menuntut kecepatan, kecekatan, dan kekuatan dalam melempar.

Media yang digunakan untuk melempar lembing adalah sebuah tongkat yang diberi nama lembing. Tongkat ini juga disebut sebagai tombak yang memiliki bobot yang lebih ringan. Tujuan dari lempar lembing adalah untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya dari tongkat yang dilemparkan. Olahraga ini erat kaitannya dengan aktivitas masa lalu yaitu berburu.

Olahraga lempar lembing memiliki perbedaan dengan cabang olahraga atletik lainnya. Pada olahraga lempar lembing, gaya yang digunakan hanya satu gaya dan sudah ditentukan. Atlet tidak boleh menggunakan gaya lain dan olahraga ini membutuhkan kecepatan dari para atlet. Oleh karena itu, olahraga lempar lembing memiliki hubungan yang sangat erat dengan olahraga lari cepat.

Sejarah Lempar Lembing

Sudah disinggung sebelumnya bahwa olahraga lempar lembing menirukan gerakan melempar tombak di zaman nenek moyang ketika berburu. Melansir dari laman Sampoerna Academy, Pada zaman dahulu, lempar lembing awalnya bertujuan untuk memburu hewan untuk dipakai sebagai hidangan makanan. Namun, selain itu, lempar lembing juga dipakai sebagai alat untuk berperang satu sama lain pada masa lalu.

Dalam perkembangannya, lempar lembing kemudian berubah menjadi sebuah olahraga yang populer sampai saat ini. Salah satu cabang olahraga atletik ini mulai diperkenalkan pada tahun 708 SM pada ajang olimpiade kuno. Meskipun demikian, olahraga ini baru muncul pada tahun 1870 di Eropa yaitu di Jerman dan Swedia.

Pada waktu itu, yaitu di tahun 1970, atlet-atlet di wilayah Eropa yang berasal dari wilayah Skandinavia berhasil mendapatkan berbagai kemenangan di kejuaraan lempar lembing selama kurang lebih 50 tahun. Olahraga lempar lembing ini kemudian diresmikan menjadi salah satu nomor pada cabang olahraga atletik pada olimpiade tahun 1908. Selanjutnya, pada olahraga lempar lembing wanita baru muncul pada tahun 1932.

Lempar lembing termasuk dalam cabang olahraga atletik. Di Indonesia olahraga ini berada di bawah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). PASI adalah organisasi induk dari olahraga atletik Indonesia. Organisasi ini dibentuk pada 3 September 1958 di Jakarta

Teknik Melakukan Lempar Lembing dengan Benar

Lempar lembing memiliki berbagai macam teknik melempar yang bisa dilakukan oleh para atlet. Setidaknya terdapat tiga teknik dasar lempar lembing yaitu teknik memegang, teknik berlari, teknik, lemparan, dan sikap akhir.

Teknik Memegang

Terdapat tiga teknik memegang dalam olahraga lempar lembing, yaitu teknik Finlandia, Amerika, dan teknik menjepit. Teknik Finlandia dilakukan dengan memegang ibu jari dan jari tengah. Ibu jari berada di belakang ikatan dan jari telunjuk memanjang ke batang lembing. Teknik Amerika dilakukan ibu jari telunjuk berada di area belakang ikatan lembing dan jari lainnya berada di tali ikatan. Sedangkan teknik menjepit dilakukan dengan cara menjepit lembing dengan telunjuk dan jari tengah.

Teknik Berlari dengan Membawa Lembing

Teknik berlari dimulai dengan lembing berada di atas kepala dengan posisi lengan yang ditekuk ke depan, telapak tangan menghadap ke atas. Atlet pada umumnya biasanya akan mengambil 13 sampai 18 langkah sebelum melemparkan lembing. Lembing kemudian diarahkan dengan kemiringan 40 derajat.

Posisi lembing dipastikan sama dengan gerakan awal ketika berlari. Kemudian ketika sudah mencapai garis lemparan, maka putar kaki dengan arah yang berlawanan dengan tangan yang akan melempar lembing. Terakhir, silangkan kaki sambil menarik ke belakang dan posisikan badan lebih condong ke belakang, sambil meluruskan bagian lengan dan bahu.

Teknik Lemparan

Teknik ini dimulai dengan meluruskan lengan dan membuat badan condong ke belakang. Fokus tetap harus memandang ke area target. Kaki depan dipakai sebagai tumpuan dan dorong kaki lainnya. kemudian pindahkan berat badan ke depan sambil persiapan melepas lembing. Selanjutnya lepaskan lembing ke atas depan saat posisi tangan berada di depan kaki. Pakai tenaga sebesar mungkin supaya lemparan bisa jauh.

Sikap Akhir

Setelah lembing dilepaskan, kaki kanan berada di depan kaki kiri, hal ini dilakukan agar atlet tidak melakukan pelanggaran karena terjatuh atau melewati garis.

Aturan Lempar Lembing

Berikut ini adalah aturan-aturan yang ada pada olahraga lempar lembing:

  • Panjang lembing putra berkisar antara 2,6 sampai 2,7 meter. Sedangkan putri 2,2 sampai 2,3 meter.
  • Berat lembing minimal 800 gram, sedangkan pada putri minimal adalah 600 gram.
  • Letak gravitasi lembing pada putra 0,9 hingga 1,06 meter. Sedangkan putri 0,8 sampai 0,93 meter.
  • Panjang lintasan minimal 30 meter dan maksimal 36, 5 meter, dengan lebar 4 meter dan tebal garis 5 cm.
  • Jarak dari titik ancang-ancang di dalam sudut lemparan dengan ujung dari lembing sekitar 8 meter sedangkan dari garis poros tengah ke ujung lembah adalah 30 derajat.
  • Sektor lemparan adalah panjang kerucut yaitu area pelemparan yaitu panjang minimal 100 meter
  • Adapun penilaian lempar lembing dilakukan dengan cara mengukur jarak lembing yang menancap di area lemparan.
  • Waktu yang diberikan dalam lempar lembing hanya 1 menit. Jika lebih, maka tidak sah
  • Dalam kejuaraan resmi, ada tiga sampai enam kali kesempatan melempar, dan akan dihitung yang terjauh dari semua lemparan itu.

Manfaat Dari Olahraga Lempar Lembing

Sebagai olahraga yang juga menguras tenaga dan fisik, lempar lembing juga memiliki berbagai manfaat baik bagi tubuh. Melansir dari laman manfaat, Berikut ini adalah 5 manfaat olahraga lempar lembing

  1. Membangun fondasi tubuh secara menyeluruh, terutama perihal kekuatan dan kebugaran.
  2. Menjadikan tubuh menjadi lebih fleksibel dan mampu meningkatkan jangkauan gerakan.
  3. Lempar lembing dapat menguatkan tubuh.
  4. Lempar lembing bisa menguatkan otot tubuh.

Demikian adalah penjelasan tentang pengertian, sejarah, aturan, dan manfaat dari olahraga lempar lembing. Lempar lembing adalah olahraga yang sampai sekarang masih menjadi salah satu cabang olahraga sehingga eksistensinya masih ada sampai kapanpun. Selain itu, olahraga ini juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Farih Fanani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Farih Fanani. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini