Terobosan Ciamik, Palembang Akan Ubah Sampah Jadi Listrik

Terobosan Ciamik, Palembang Akan Ubah Sampah Jadi Listrik
info gambar utama

Palembang punya terobosan bagus di ranah lingkungan dan energi. Tahun depan, Palembang berencana untuk mengubah sampah plastik.

Palembang berupaya mewujudkan rencana tersebut dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Untuk itu, Pemerintah kota Palembang menjalin kerja sama dengan PT Indo Green Power.

PLTS yang akan dibangun disebut juga Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau PSEL. Diharapkan proses pembangunannya bisa dijalankan pada tahun 2023 mendatang saat perizinan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah dikantongi.

"Proyek PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) ini dalam kajian jual-beli listrik oleh PLN sudah dinyatakan lulus dan layak. Kami saat ini juga sedang melakukan analisis dampak lingkungan (AMDAL)," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang Akhmad Mustain seperti dilansir Antara.

Jika proses pembangunan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, maka PSEL ini diproyeksikan untuk mulai beroperasi mulai Desember 2024 mendatang.

Lokasi pembangunan PSEL sudah ditentukan, yakni kawasan keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Nantinya, PSEL itu diberi kapasitas 20 Megawatt (MW ) yang diperkirakan bisa dimanfaatkan oleh 16.000 rumah tangga.

"Kapasitas PSEL ini berkapasitas 20 MW tetapi yang akan diperjualbelikan nanti sebanyak 16 MW dan sisanya untuk penggunaan internal," lanjut Akhmad Mustain.

Gerilya, Program yang Buat Generasi Muda Melek Energi Bersih dan Tenaga Surya

Solusi Masalah Sampah

Di samping menjawab kebutuhan akan energi bersih dari sumber alternatif, PSEL di Palembang juga dapat menjadi solusi atas masalah sampah.

"PSEL ini juga diharapkan menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di Kota Palembang," kata Akhmad Mustain.

Saat sudah beroperasi, PSEL ini dapat menampung sampah sebanyak 1.000 ton setiap harinya. Di sisi lain, jumlah produksi sampah di Palembang juga mencapai 1.000 ton per hari.

Hanya saja, perlu diketahui bahwa tidak semua sampah bisa diangkut. Dari 1.000 ton sampah, hanya sekitar 700-800 ton yang dbawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Masalah sampah sebetulnya tidak hanya dialami Palembang, melainkan juga daerah-daerah lain. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2021, jumlah timbulan sampah di Indonesia mencapai 29,8 juta ton, demikan sebagaimana dicatat oleh Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI yang diwartakan Republika.

Dari 29,8 juta ton sampah tersebut, Adapun 40,88 persennya adalah sampah rumah tangga. Kemudian ada pula sampah perniagaan (18,08 persen), pasar (17,34 persen), perkantoran (8,17 persen), fasilitas publik (6,32) persen, dan kawasan (5,8 persen).

Potret Pulau Kecil di Kepulauan Seribu yang Gantungkan Pasokan Listrik dari PLTS



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini