Cara Membuat NPWP Online Pribadi

Cara Membuat NPWP Online Pribadi
info gambar utama

Apakah Anda sudah termasuk sebagai kriteria wajib pajak perorangan atau pribadi? Jika sudah, maka wajib bagi Anda untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP dan melakukan pendaftaran NPWP agar dapat melakukan pembayaran pajak. Harus diketahui, bahwa setiap Wajib Pajak hanya memiliki satu NPWP, hal ini tertulis pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-60/PJ/2013, yakni setiap wajib pajak hanya memiliki satu jenis NPWP.

Saat ini cara membuat NPWP sudah sangat dimudahkan, yaitu Anda dapat melakukan pendaftaran NPWP secara online tanpa harus mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama domisili. Anda bisa melakukan pendaftaran dengan melalui laman ereg.pajak.go.id/daftar. Dengan kemudahan ini, tentu dalam mengurus administrasi terkait perpajakan akan lebih praktis dan ribet keluar rumah.

Persyaratan NPWP Online Pribadi

Foto: Ilustrasi Gambar Pikiran Rakyat
info gambar

Sebelum melakukan pendaftaran NPWP, ada persyaratan yang harus Anda siapkan, di antaranya:

  • Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Alamat email yang aktif
  • Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Nomor Kartu Keluarga (KK)

Lalu bagaimana dengan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia? Tentunya mereka juga merupakan wajib pajak dan harus memiliki NPWP, saat melakukan pendaftaran NPWP maka harus melampirkan beberapa berkas yang harus di scan, yaitu:

  • Paspor
  • Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP)

Selain itu, ada juga beberapa persyaratan tambahan bagi Anda yang mendaftar NPWP dengan menjalankan usaha dagang di antaranya:

  • WNI menyiapkan scan KTP.
  • WNA menyediakan scan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) dan Paspor.
  • Scan surat bermaterai yang berisi pernyataan lokasi dan jenis kegiatan usaha atau surat keterangan digital yang diterbitkan oleh mitra Wajib Pajak jasa aplikasi online.

Ada pula syarat daftar NPWP Online bagi wanita kawin tetapi tinggal terpisah dengan suami berdasarkan putusan pengadilan, yaitu:

  • WNI menyiapkan scan KTP.
  • WNA perlu menyediakan scan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) dan Paspor.
  • Scan NPWP suami.
  • Scan KK (Kartu Keluarga).
  • Scan surat perpajakan suami berstatus WNA yang tinggal di luar negeri.
  • Scan surat pernyataan pengajuan pemisahan NPWP dari suami.

Persyaratan dalam membuat NPWP online cukup mudah, ingat untuk scan semua keperluan data haruslah dengan format JPG, PNG, atau PDF dengan ukuran resolusi maksimal 2 Mb.

Cara Membuat NPWP Online

Setelah mempersiapkan semua persyaratan yang diperlukan, kini saatnya untuk mendaftar NPWP online pribadi. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa pembuatan NPWP online hanya bisa dilakukan untuk wajib pajak orang pribadi saja, sementara bagi badan usaha dapat melakukan pendaftaran pembuatan NPWP di KPP Pratama sesuai domisili usaha.

Nah berikut adalah cara membuat NPWP online pribadi yang bisa Anda ikut, di antaranya:

1. Membuat akun di eReg Pajak

Kunjungi laman registrasi online DJP di https://ereg.pajak.go.id/ untuk membuat akun dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Buka laman https://ereg.pajak.go.id/ lalu klik ‘Daftar’ untuk membuat akun.
  • Masukkan alamat email dan kode captcha yang tertera.
  • Klik daftar dan cek email masuk.
  • Lakukan verifikasi pada email konfirmasi yang telah dikirimkan e-Registrasi NPWP online.
  • Lengkapi formulir pendaftaran yang tertera meliputi Jenis WP (pilih Pribadi), Nama sesuai KTP, alamat email, password dan konfirmasi ulang password, nomor hp, pilih pertanyaan yang bersifat rahasia beserta jawabannya, serta isi kode captcha yang tertera.
  • Lalu klik daftar di sisi kanan bawah.

2. Membuat NPWP Pribadi Online

Jika sudah berhasil mendaftar, Anda dapat mencoba untuk melakukan login kembali ke e-Reg Pajak menggunakan email dan password yang telah terdaftar, lalu ikuti beberapa panduan berikut:

  • Isi semua formulir online sesuai dengan jenis Wajib Pajak, yaitu Wajib Pajak Orang Pribadi.
  • Isi informasi dengan kategori Wajib Pajak Orang Pribadi.
  • Pilih ‘pusat’ bagi Anda yang belum menikah atau pilih ‘cabang’ bagi Anda seorang wanita yang sudah menikah.
  • Isi persyaratan yang dibutuhkan pada laman tersebut.
  • Lengkapi identitas diri Anda, seperti nama lengkap, gelar depan, tempat dan tanggal lahir, status pernikahan, status kebangsaan, nomor hp, dan alamat email.
  • Isi data Sumber Penghasilan Utama diantaranya:
    • Kegiatan Usaha
    • Pekerjaan Bebas, maupun
    • Pekerjaan dalam Hubungan Kerja.
  • Ketik Alamat Domisili sesuai KTP Anda.
  • Ketik Alamat Usaha jika Anda sedang menjalankan kegiatan usaha (apabila tidak ada, maka biarkan kosong).
  • Lengkapi informasi tambahan, meliputi jumlah tanggungan dan kisaran nominal pendapatan setiap bulan.
  • Upload file scan e-KTP dalam format JPG, PNG, atau PDF dengan ukuran resolusi maksimal 2 Mb.
  • Isi formulir pernyataan.
  • Masukkan nomor token dari email pada menu dashboard.
  • Tekan tombol ‘Kirim Permohonan’.

Nah, setelah berhasil melakukan pendaftaran NPWP hal yang harus Anda lakukan adalah menunggu kartu NPWP dikirimkan. Jika disetujui makan kartu NPWP akan dikirimkan ke alamat wajib pajak yang telah terdaftar.

Lalu bagaimana dengan pendaftaran NPWP yang ditolak? Biasanya ini dikarenakan data yang dibutuhkan saat mendaftar tidak lengkap, atau kesesuaian data yang tidak sama. Untuk itu, sangat perlu untuk menyiapkan persyaratan-persyaratan yang lengkap sebelum melakukan pendaftaran. Dan pastikan juga alamat yang dituju untuk pengiriman harus sesuai, agar kartu NPWP sampai dengan baik di tangan Anda.

Setelah kartu NPWP ada di tangan, maka wajib bagi Anda untuk melakukan pengecekkan atau memeriksa Nomor Pokok Wajib Pajak apakah sudah aktif atau belum. Salah satunya adalah dengan melalui laman ereg.pajak.go.id/ceknpwp, melalui laman DJP Online, atau bisa juga menghubungi CS Kring Pajak.

Kegunaan NPWP

Foto: resumewriter.sg
info gambar

Nomor Pokok Wajib Pajak ini merupakan identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan, untuk itu penting bagi Warga Negara Indonesia yang sudah memenuhi persyaratan untuk membayar pajak salah satunya dengan penghasilan rata-rata wajib memiliki NPWP.

Saat ini NPWP sendiri berguna sebagai sarana untuk melamar kerja, di mana saat perusahaan membayar gaji Anda maka secara otomatis penghasilan akan dipotong oleh Potongan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21, yakni tarif normal. Lalu bagaimana yang tidak memiliki NPWP? Tentu Anda harus membayar PPh lebih besar yaitu PPh sejumlah 20%.

Bukan hanya itu, NPWP juga berguna untuk Anda yang akan mengajukan kredit bank atau bahkan digunakan saat pembuatan paspor dan masih banyak lagi lainnya keuntungan memiliki NPWP. Perlu Anda ketahui, bahwa NPWP biasanya menjadi persyaratan sebelum wajib pajak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Itu tadi penjelasan mengenai, syarat mendaftar NPWP online, cara mendaftar NPWP online pribadi serta kegunaan NPWP yang harus Anda ketahui sebagai wajib pajak. Semoga artikel ini memberikan manfaat untuk Anda dan taat dalam membayar pajak. Yuk, segera miliki NPWP dan lakukan pendaftaran sekarang.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Deka Noverma lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Deka Noverma.

Terima kasih telah membaca sampai di sini