Gunung Slamet: Fakta Sains, Flora Fauna, dan Tujuan Pendakian di Indonesia

Gunung Slamet: Fakta Sains, Flora Fauna, dan Tujuan Pendakian di Indonesia
info gambar utama

Salah satu gunung terbesar di Pulau Jawa adalah Gunung Slamet. Gunung yang berlokasi di Jawa Tengah ini sering dijadikan salah satu tujuan pendakian yang diminati karena indahnya pemandangan di puncak gunung ini.

Nama “Slamet” pada gunung ini diambil bahasa Jawa yang berarti “selamat”. Pemberian nama tersebut merupakan harapan supaya gunung ini bisa memberikan keamanan pada masyarakat sekitar, serta tidak mengeluarkan letusan besar.

Fakta Sains Gunung Slamet

Gunung Slamet adalah gunung terbesar kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru, serta gunung tertinggi di Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 3.432 mdpl dan masuk ke wilayah 5 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu: Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang. Secara astronomis, Gunung Slamet berada persis di antara 7°14’30” Lintang Selatan dan 109°12’30” Bujur Timur.

Secara bentuk, Gunung Slamet berbentuk kerucut tipe A dan bertipe stratovolcano. Gunung ini terbentuk akibat pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia di bagian selatan Pulau Jawa. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Slamet pertama kali meletus pada 11-12 Agustus 1772. Saat itu, letusan gunung ini berupa letusan abu yang disertai batu pijar dan lontaran sekoria. Terkadang, letusan tersebut juga disertai lava pijar.

Beberapa waktu terakhir, aktivitas gunung ini cukup fluktuatif. Pada Oktober 2022, para ahli mencatat bahwa tidak ada catatan naiknya intensitas gunung ini, sehingga status gunung ini masih pada Level I.

Flora dan Fauna di Gunung Slamet

Menurut survei Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah, Gunung Slamet sejatinya adalah habitat endemik bagi flora dan fauna, seperti elang jawa, owa jawa, anggrek permata, serta kantong semar. Sayangnya, hampir semua flora dan fauna itu semakin sulit ditemui bahkan beberapa di antaranya berstatus hampir punah, salah satunya owa jawa.

Jalur Tujuan Pendakian di Gunung Slamet

Seperti yang sudah dibahas, Gunung Slamet merupakan salah satu tujuan pendakian yang banyak diminati. Setidaknya ada empat jalur pendakian di Gunung Slamet yang bisa diakses, yaitu:

1. Jalur Bambangan

Ini adalah jalur pendakian yang paling banyak direkomendasikan karena sudah dikelola dengan baik, sehingga aman untuk diakses. Durasi pendakian lewat jalur ini paling pendek dibanding tiga jalur lainnya, yaitu 2-3 hari.

Jalur ini menyediakan basecamp dengan kondisi baik, serta warung yang bisa memenuhi kebutuhan logistik para pendaki. Ada juga jasa porter yang bisa menjadi pemandu selama pendakian. Selama pendakian, ada 9 pos yang akan dilewati, dimana pada pos 5 dan 7 pendaki akan menemukan sumber air.

2. Jalur Dipajaya

Jalur ini sering dijadikan alternatif dari jalur Bambangan karena bisa membantu pendaki lebih cepat sampai ke Gunung Slamet. Walau begitu, jalur ini punya medan terjal yang terbentang dari basecamp sampai pos 2. Jika berhasil melewatinya, pendaki akan melewati pos 3 sampai pos 9 yang dimiliki jalur Bambangan. Seperti jalur Bambangan, pendaki juga bisa menemukan sumber air di pos 5 dan 7.

3. Jalur Gunung Malang

Jalur ini terletak persis di bagian selatan Gunung Slamet. Jalur yang sudah diresmikan Perhutani dan PA Gunung Slamet ini memiliki medan yang ringan pada awalnya, lalu akan menanjak terus saat pendaki melewati pos 3 dan sampai ke puncak Gunung Malang.

Trek pendakian akan menurun sampai pendaki sampai di pos puncak Gunung Slamet. Pada jalur ini, pendaki bisa menemukan sumber air di pos 3 dan 4, serta bisa berkemah di pos 6.

4. Jalur Guci

Jalur yang terkenal dengan wisata pemandian air panas ini memiliki trek yang landai dan panjang dibanding jalur-jalur sebelumnya. Walaupun landai, jalur pendakian ini memiliki trek berbatu, medan beragam, hutan pinus, serta trek berpasir. Berbeda dengan tiga jalur sebelumnya, jalur ini memiliki tiga basecamp berbeda yang bisa dipilih, yaitu: basecamp Gupala; basecamp Permadi; dan basecamp Kompak.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Slamet

https://regional.kompas.com/read/2022/10/19/180626478/mengenal-gunung-slamet-gunung-tertinggi-kedua-di-pulau-jawa-yang-dijuluki?page=all

https://travel.kompas.com/read/2014/05/05/1317066/Merawat.Slamet.Melestarikan.Semesta?page=all

https://www.cekpremi.com/blog/jalur-pendakian-gunung-slamet/

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini