Sumur Windu, Situs Keramat Kampung Gadel yang Dipercaya Bisa Cegah Bencana

Sumur Windu, Situs Keramat Kampung Gadel yang Dipercaya Bisa Cegah Bencana
info gambar utama

Zaman sudah modern, tapi bukan berarti semua manusia begitu juga. Pasalnya, masih banyak orang melestarikan perilaku ataupun kepercayaan kuno yang seringkali sudah tak lazim dilakukan sekarang. Terlebih lagi perkembangan informasi kerap menjelaskan itu benar atau sesat.

Misalnya, percaya akan hal-hal gaib atau mengeramatkan sesuatu, bahkan menyembahnya di luar ajaran keagamaan. Tak jarang, yang masih seperti itu justru orang-orang yang tinggal di perkotaan. Salah satunya warga Gadel, Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes, Surabaya. Ada satu benda yang dikeramatkan oleh para warga di sana, yaitu sebuah sumur bernama Sumur Windu.

Sumur ini terlihat seperti sumur biasa. Tapi, bagi sebagian warga Gadel, dia dianggap sakral. Ritual pemujaan kerap dilakukan untuk melakukan penghormatan kepada para leluhur. Dia juga dianggap bisa menghindarkan Gadel dari bencana.

Sumur Gumuling, Masjidnya Raja-raja Yogyakarta

Cerita sumur Windu yang dianggap sakral

Sebelum tahun 2000-an, Sumur Windu digunakan sebagai sumber air bersih bagi warga Gadel. Lama-lama sumur itu pun dianggap keramat. Menurut cerita warga setempat, dulu ada seseorang bernama Windu akan menyeberangi sungai kecil yang membelah Gadel Barat dengan Gadel Timur. Dia melalui sungai itu dengan menunggangi kudanya. Setelah sampai di seberang sungai, dia pun turun dari kuda dan mengikatnya pada pohon trembesi.

Tiba-tiba, tanah yang dipijak kuda ambles dan ia pun terjerembap. Akibatnya, sebuah lubang besar terbentuk menyerupai tapak kaki kuda. Seiring waktu, lubang itu pun dijadikan sumur oleh warga sekitar dan dinamakan “Sumur Windu”,

Bukti pengeramatan Sumur Windu dapat dilihat dari adanya punden untuk memuja roh-roh leluhur. Di tengah punden terdapat pohon trembesi yang digunakan Windu untuk mengikat kudanya. Sekarang pohon itu telah dibalut kain kafan.

Kemudian, setiap tanggal satu suro antara bulan 9 atau 10, warga Gadel selalu menggelar sedekah bumi. Mereka biasanya membawa sejumlah tumpeng atau buah sumbangan para warga, lalu mengaraknya beramai-ramai berkeliling desa. Bawaan itu akan dimakan bersama-sama.

Tapi, sebelum itu, tumpeng dan buah harus didoakan terlebih dahulu di punden dengan melakukan beberapa ritual, dimulai dengan tari-tarian dengan lagu jawa. eringkali ada warga yang kerasukan selama ritual punden berlangsung.

Perayaan sedekah bumi selalu meriah. Selain banyak makanan, acara tersebut juga diramaikan oleh para warga Gadel, tokoh adat, tokoh keagamaan, dan warga desa tetangga.

Dipercaya bisa mencegah bencana

Kini ritual tersebut sudah tak sesering dulu pelaksanaannya. Hanya beberapa kali, namun tetap meriah dan ramai. Pada malam-malam tertentu seperti Jumat legi, masih dapat ditemukan orang-orang membakar kemenyan di bawah pohon trembesi tadi.

Selain ada keinginan yang hendak dicapai, mereka melakukan itu karena takut Gadel kembali dilanda bencana. Pada 2003, Desa Gadel pernah dihadang banjir besar, khususnya kawasan dekat Sumur Windu. Pohon besar yang berdiri di sekitar sungai, tumbang dan menimpa rumah-rumah warga.

Sumur Windu memang dianggap memiliki dampak positif dan negatif. Dia dipercaya dapat mendatangkan malapetaka bagi warga Gadel yang sengaja atau tidak, tidak melaksanakan ritual tahunan untuk menghormati Sumur Windu. Konon, dulu pernah ada musibah tak henti-henti menimpa Gadel. Banyak orang meninggal karena tidak menggelar ritual.

Pada kenyataannya, sekarang tak semua warga Gadel menganggap Sumur Windu sebagai situs yang sakral atau keramat. Memang sebagian masih demikian, tapi banyak juga yang melihat sumur itu sebagai benda profan atau biasa saja.

Sumur Windu dianggap sakral mungkin karena banyak berkah yang telah diperoleh darinya. Selain itu, sumur ini juga disebut cerminan atau refleksi kehidupan warga Gadel. Tetapi, sebagian lainnya justru menganggap Sumur Windu layaknya sumur biasa, tidak sakral alias profan. Mereka percaya hanya Tuhan-lah yang sakral.

Intip Keunikan Pusat Laut Donggala, Sumur Raksasa Alami yang Sangat Mempesona

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

AH
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini