Mengenang Penampilan Almarhum Pele di GBK

Mengenang Penampilan Almarhum Pele di GBK
info gambar utama

Berita duka datang dari dunia sepakbola, saat tersiar kabar bahwa legenda Brasil, Pele meninggal setelah lama berjuang melawan kanker usus besar. Kondisi ketiga peraih Piala Dunia itu dikabarkan semakin memburuk akhir-akhir ini, dan bahkan tim dokter yang merawatnya sudah melepaskan alat-alat pendukung kesehatan (life support) di hari hari terakhirnya.

Selain berjuang melawan kanker usus besar, legenda sepakbola bernama asli Edson Arantes do Nascimento ini juga menderita beberapa penyakit lain, termasuk gagal jantung dan ginjal.

Legenda itu kini telah tiada, namun nama besarnya tetap hidup di dunia sepakbola, terutama tentu saja di Brazil. Bagi masyarakat Indonesia masa sekarang, nama Pele mungkin tak sebesar Messi, atau Ronaldo, atau Mbappe. Namun di masa lalu, nama Pele sangat tersohor di tanah air. Pele dan timnya sendiri pernah datang dan bermain di Indonesia , menghadapi timnas Indonesia. Momen ini terjadi pada 21 Juni 1972, saat pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pele (kanan) dan Maradona (kiri) tahun 1979 | Public Domain Mark 1.0
info gambar

Dalam pertandingan ini Pele datang dengan klubnya Santos. Diketahui, ada 75 ribu penonton dalam pertandingan timnas Indonesia melawan Santos di stadion utama Gelora Bung Karno. Santos FC diundang untuk pertandingan persahabatan di Stadion GBK pada 21 Juni 1972.

Sayangnya, waktu ini publik sepak bola Indonesia kurang terkesan dengan penampilan Pele dan timnya. Pasalnya, dia tidak bisa menunjukkan kualitas terbaiknya saat bertemu timnas Indonesia. Terlihat sekali Pele dan rekan-rekannya di Santos FC bermain asal-asalan. Bahkan, mereka dibayar cukup mahal untuk ukuran mereka saat itu.

Meski begitu, Pele mampu mengantarkan Santos meraih kemenangan tipis 3-2 atas timnas Indonesia. Legendo juga mencetak satu dari tiga gol kemenangan Santos. Jadel dan Edu mencetak dua gol bagi Santos. Dua gol Indonesia ke gawang Santos lahir dari aksi Risdianto.

Pele akan selalu dikenang sebagai pesepakbola terbaik sepanjang masa. Pencapaiannya yang mengesankan, termasuk tiga trofi Piala Dunia, menjadi bukti bahwa sang legenda adalah ikon dan motivator bagi para pemain di seluruh dunia. Selama karirnya, Pele memang hanya bermain di benua Amerika saja, dan tidak pernah mengenyam bermain di Eropa. Ia memperkuat Santos FC (1956-1975) dan New York Cosmos (1975-1977).

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini