6 Tips Sukses Studi Banding untuk Organisasi Kampus

6 Tips Sukses Studi Banding untuk Organisasi Kampus
info gambar utama

Apakah organisasi kampus Kawan memiliki program kerja berupa studi banding? Stuban atau studi banding memang biasa dilakukan oleh organisasi kampus. Dilansir dari kumparan.com, studi banding adalah proses belajar dengan membandingkan objek studi.

Nah, objek studi pada organisasi kampus umumnya berupa komunitas, organisasi, atau perusahaan yang memiliki kesesuaian visi. Contohnya, himpunan mahasiswa program studi ilmu perpustakaan dari Universitas A melakukan studi banding pada himpunan mahasiswa program studi ilmu perpustakaan dari Universitas B.

Hal yang biasa dibahas dalam studi banding di organisasi kampus meliputi perbandingan program kerja, alur kerja, struktur organisasi, SOP (Standar Operasional Prosedur), dan pengembangan internal. Nah, buat Kawan yang sedang atau merencanakan studi banding, ada beberapa tips sukses studi banding untuk organisasi kampus yang perlu Kawan ketahui.

1. Rencana yang Jelas

Keberhasilan eksekusi kegiatan biasanya terlahir dari rencana yang jelas pula. Untuk itu, Kawan harus mempersiapkan rencana sebaik mungkin agar mengurangi masalah. Dalam rencana studi banding, organisasi kampus biasanya menyusun proposal yang akan dikirimkan kepada pihak kampus dan organisasi yang hendak dituju.

Tidak hanya itu, Kawan juga perlu mempersiapkan beberapa sumber daya, seperti struktur kepanitiaan, akomodasi dan transportasi, rencana promosi, dan talking points studi banding. Dengan rencana yang jelas, Kawan bisa menggapai tujuan lebih mudah.

2. Anggaran

Setiap program kerja perlu dukungan anggaran. Hal ini juga berlaku pada program kerja studi banding. Apabila studi banding dilaksanakan secara luring, Kawan memerlukan beberapa kebutuhan, seperti microphone, sewa auditorium atau aula, biaya akomodasi dan transportasi, dan barang/jasa lainnya.

Ditambah, laporan anggaran harus disusun dengan jelas dan akurat. Alhasil, Kawan juga membutuhkan bukti (kuitansi atau setruk) untuk dilampirkan ke dalam laporan anggaran. Lalu, berapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk studi banding? Biasanya, ini tergantung dari keperluan dan kebijakan dari organisasi. Jadi, Kawan bisa menanyakannya kepada pihak keuangan organisasi kampus, ya!

Baca juga: Mahasiswa Wajib Baca! Perhatikan Hal Berikut Sebelum Masuk ke Dunia Organisasi Kampus

3. Kegiatan yang Pasti

studi banding organisasi
kegiatan studi banding organisasi kampus disesuaikan dengan keinginan kedua organisasi | Foto: Freepik (tirachardz)

Beberapa kegiatan studi banding biasanya disesuaikan dengan keinginan dari kedua organisasi atau komunitas. Misalnya, BEM Fakultas Ilmu Budaya melakukan studi banding pada BEM Fakultas Teknik. Tentunya, kegiatan tersebut bisa berupa perbandingan program kerja, pengenalan beragam jurusan, dan pengembangan internal.

4. Tambahkan Hiburan

Tips sukses studi banding lainnya adalah hiburan. Tidak hanya menambah ilmu, studi banding juga bertujuan untuk menjalin relasi. Cara menjalin relasi yang menyenangkan adalah dengan hiburan. Kawan bisa menambahkan hiburan di sela-sela rundown, seperti stand-up comedy, bernyanyi bersama, atau kuis berhadiah.

Dengan cara yang seru ini, Kawan bisa mempererat dua hubungan antarorganisasi sekaligus ajang relasi antaranggota. Jadi, apakah Kawan sudah menentukan hiburannya?

5. Tambahkan FGD

Tips studi banding yang satu ini sifatnya opsional, tetapi akan seru apabila dijalankan bersama. Studi banding antarorganisasi bisa menambahkan sesi FGD (Focus Group Discussion) di rundown-nya. Dengan FGD, para anggota bisa berbagi pengetahuan dan keterampilan di organisasinya masing-masing.

Jika Kawan melakukannya via Zoom, Kawan bisa menggunakan fitur breakout room untuk melakukan sesi FGD. Jika dilaksanakannya secara luring, Kawan bisa membagi peserta menjadi beberapa kelompok yang anggotanya bervariasi dari dua organisasi. Kawan bisa menyesuaikan topik yang dipilih dengan visi dari masing-masing divisi/departemen atau juga membahas tentang kendala yang sering dihadapi oleh para anggota.

Studi banding memang program kerja umum bagi tiap organisasi. Namun, pelaksanaannya cukup rumit karena memperhatikan beberapa aspek, entah itu dari sisi internal maupun eksternal. Dengan begitu, Kawan perlu mendiskusikannya dengan anggota organisasi lain, serta peka terhadap detail yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Antara Organisasi dan Kuliah, Kenapa Tidak Keduanya!

6. Humble dan Seru

Apabila Kawan datang sebagai tamu di tempat organisasi yang hendak dituju, maka Kawan harus bersikap humble atau rendah diri. Tunjukkan basic manner supaya bisa menciptakan kesan yang baik untuk organisasi yang Kawan ikuti. Pastikan juga, Kawan bisa bersikap interaktif agar suasana studi banding menjadi seru dan menyenangkan.

itulah beberapa tips sukses studi banding untuk organisasi kampus yang bisa Kawan terapkan. Bagaimana, sudah siap untuk menciptakan studi banding yang seru dan bermakna?

Referensi:Suparlan.org | wisatasekolah.com| himasta.unisba.ac.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini