Tato Mentawai, Bukan Sekadar Pola Tergambar di Kulit

Tato Mentawai, Bukan Sekadar Pola Tergambar di Kulit
info gambar utama

Dari ribuan sub-suku di Indonesia, Dayak Mentawai memiliki budaya tato tertua bukan hanya di Indonesia, Tapi di dunia. Orang Mentawai menyebutnya dengan istilah "Titi". Tak sekadar penghias tubuh, tato yang dibuat juga memiliki makna tersendiri. Misalnya, gambar binatang pada tubuh menunjukkan bahwa orang tersebut pandai berburu.

Budaya tato di Indonesia ada sejak lama. Tato dirajah di tubuh, untuk menunjukkan status seseorang dan menjadi penanda keahlian seseorang. Ada pula, yang menjadikan tato untuk unjuk status kekayaan, makin banyak tato makin kaya.

Proses pembuatan tato tradisional juga tak singkat, pola harus dibuat di bagian tubuh yang ingin dilukis tato terlebih dahulu. Pola tersebut dibuat menggunakan tinta yang berasal dari bahan-bahan yang dapat ditemukan disekitar.

Suku Belu yang meninggali Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur menggunakan endapan asap pelita yang mengumpul di loteng rumah lalu diberi air. Hebatnya, ‘tinta’ tato tersebut tidak mudah memudar dari kulit empunya meski hingga usia tua. Apakah kawan GNFI tertarik mencobanya?

Terima kasih telah membaca sampai di sini