Menyingkap Statistik Praktik Perkawinan Anak di Dunia

Artikel ini milik GoodStats dan merupakan bentuk kerjasama dengan Good News From Indonesia.

Menyingkap Statistik Praktik Perkawinan Anak di Dunia
info gambar utama

Satu dari tiga anak perempuan di Sub-Sahara Afrika telah menikah sebelum memasuki usia 18 tahun. Bahkan, sebelas persen wanita yang berusia 20-24 tahun di sana mengaku sudah menikah sebelum usia mereka 15 tahun. Menurut studi dari UNICEF, jumlah perkawinan anak di dunia dapat mencapai 12 juta per tahunnya.

Meminjam definisi dari UNICEF, perkawinan anak adalah pernikahan anak sebelum usia 18 tahun dan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Terdapat banyak faktor yang melatar belakangi praktik perkawinan anak, di antaranya adalah kemiskinan, hukum adat atau agama yang membenarkan praktik tersebut, norma sosial, hingga kehormatan keluarga. Meskipun praktik ini lebih sering dijumpai pada anak perempuan dibanding laki-laki, namun hal ini merupakan pelanggaran hak tanpa memandang jenis kelamin.

Secara global, 115 juta anak laki-laki telah menikah sebelum usia 18 tahun. Negara-negara yang menjadi tempat di mana seringnya terjadi perkawinan anak laki-laki secara geografis berbeda dari negara-negara yang didominasi oleh pengantin anak perempuan. Meskipun jumlah pengantin anak laki-laki lebih sedikit daripada pengantin anak perempuan, mereka juga pernah mengalami pelanggaran hak yang mempersingkat masa kanak-kanak mereka.

Baca Selengkapnya

Terima kasih telah membaca sampai di sini