Sekilas Tentang Larangan Menyebut "Ucing" di Cipancar

Artikel ini milik Inimahsumedang dan merupakan bentuk kerjasama dengan Good News From Indonesia.

Sekilas Tentang Larangan Menyebut "Ucing" di Cipancar
info gambar utama

Sumedang, kental sekali akan nilai kebudayaannya, salah satunya foklor yang secara lisan turun temurun dari pendahulu. Ada beberapa tempat seperti hutan larangan, sirah cai (mata air) yang kerap menjadikan sebuah pamali jika memasuki wliayah tersebut. Tujuannya sih, untuk menjaga keasriannya. 

Tentunya pernah mendengar kata pamali kan wargi Sumedang? Kata tersebut, kerap disebutkan terutama oleh orang tua kita dengan maksud melarang agar tidak dilakukan. Nah, ada juga pamali yang secara lisan turun temurun dibeberapa tempat di Sumedang nih, yuk simak!

Pamali sangat populer sekali di masyarakat Indonesia ini, apalagi di tanah Sunda. Pamali, memiliki artian larangan atau pantangan turun temurun. Pamali juga kerap dikaitkan dengan hal-hal mitos yang ada di lingkungan sekitar. Wah, Makin Tahu Indonesia aja yah wargi Sumedang!

Tentunya wargi Sumedang sudah pada tahu dong tentang pamali atau larangan menyebutnkata "ucing" di Desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan. Masyarakat setempat, mengganti kata "ucing" (dalam bahasa indonesia kucing) dengan kata lain yaitu "enyeng". 

Hal tabu tersebut sudah berlaku lama sekali, jadi masyarakat setempat sudah terbiasa, dari mulai anak kecil hingga generasi tua menyebut kata ucing dengan enyeng. Namun dengan adanya perkembangan zaman adat kebiasaan meskipun intinya/isinya tidak berubah seperti apa yang diwariskan oleh para leluhur.

Baca Selengkapnya

Terima kasih telah membaca sampai di sini