Waspada Serangan Siber, Kasus Ransomware di Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

Artikel ini milik GoodStats dan merupakan bentuk kerjasama dengan Good News From Indonesia.

Waspada Serangan Siber, Kasus Ransomware di Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara
info gambar utama

Serangan siber atau cyber attack menjadi salah satu bentuk tindak kriminal yang serius dan harus diwaspadai. Terlebih, jumlah ancaman siber pada era pandemi Covid-19 menjadi makin masif.

Berdasarkan survei dari ThoughtLab teranyar yang berjudul, “Cybersecurity Solutions for a Riskier World”, jumlah rata-rata serangan siber dan pelanggaran data meningkat sebesar 15,1 persen dari tahun sebelumnya pada 2021. Faktor penyebab dari banyaknya ancaman siber tersebut diantaranya berasal dari kesalahan konfigurasi (misconfigurations), human error, pemeliharaan yang buruk (poor maintenance), serta aset yang tidak dikenal (unknown assets).

Melansir CNNIndonesia.com, dalam tiga tahun terakhir, serangan siber pada umumnya menyerang lembaga pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar. Salah satu alasan utamanya ialah jaringan lama (legacy network) dan infrastruktur keamanan jaringan tidak lagi dapat mengakomodasi cara kerja modern. Termasuk, dalam mencegah ancaman Highly Evasive Adaptive Threats (HEAT) yang dapat menimbulkan ransomware.

Baca Selengkapnya

Terima kasih telah membaca sampai di sini