Lupa Sandi?

Peringkat BWF Tunggal Putra 2017-2020 satu bulan yang lalu

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang45%
Pilih Tak PeduliTak Peduli15%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau10%

Peringkat papan atas tunggal putra dunia cenderung berubah secara cepat, kurun waktu 2017 – 2020 tercatat lima pemain pernah menjadi penguasa, di antaranya legenda hidup sekaligus “Sang Raja” Super Series asal Malaysia Lee Chong Wei, peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 Viktor Axelsen dari Denmark, lalu ada the raising star asal India, Srikanth Kidambi, selain itu pemain senior Korea Selatan, Son Wan Ho, juga sempat menjadi penguasa dan yang terakhir pemain kidal asal Jepang Kento Momota. Dibandingkan yang lain, Momota menjadi yang paling konsisten. Pemain 25 tahun itu berada di peringkat satu sejak September 2018 dan belum tergoyahkan sampai sekarang.

Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Chirstie menjadi harapan baru selepas berakhirnya kejayaan tunggal putra Indonesia. Mereka muncul setalah hampir enam tahun sektor ini terlelap. Setiap tahun kedua pemain ini semakin menunjukkan progres yang menjanjikan, terbukti secara peringkat keduanya terus menunjukkan peningkatan.

Ginting menjadi tunggal putra pertama Indonesia yang berhasil menembus peringkat ketiga dunia sejak 2014, sebelumnya ditempati oleh Tommy Sugiarto pada 10 April 2014. Ginting tercatat meraih beberapa gelar di antaranya Korea Open 2017, China Open 2018, Indonesia Open 2020 dan lima kali menjadi runner-up kejuaraan World Tour. Ginting dijuluki sebagai “the giant killer” karena kehebatannya menaklukkan pemain top seperti Kento Momota, Chen Long, dan Viktor Axelsen. Bahkan dalam beberapa head-to-head pun unggul. Pertandingan melawan Momota yang bertajuk Momogi menjadi paling ditunggu karena menyuguhkan permainan berkelas.

Jonathan Christie juga tak kalah heroik. Namanya melambung ketika secara mengejutkan meraih medali emas Asian Games 2018 di Jakarta. Sontak kala itu ia langsung menjadi idola penggemar bulu tangkis tanah air yang merasa haus dengan prestasi khususnya di sektor tunggal putra. Jojo, sapaan akrabnya, juga sukses meraih beberapa gelar World Tour di antaranya Australia Open 2019, New Zealand Open 2019 dan tiga kali menjadi runner-up. Pada Agustus 2019, Jojo berhasil menembus peringkat 4 dunia dengan poin 72.058 satu tingkat di bawah Shi Yu Qi yang merupakan musuh bebuyutannya sejak di arena junior. Bersama Ginting, Jonathan menjadi squad andalan Indonesia dalam menjuarai Asian Teams Championships tiga kali berturut-turut pada 2016, 2018, dan 2020.

Promosi GNFI Apps
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas