Lupa Sandi?

Peringkat BWF Tunggal Putri (2017-2020) 3 bulan yang lalu

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih33%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Hampir satu dekade sektor ini dikuasai Cina, pemain seperti Wang Yihan, Wang Xin, Li Xuerui dan Wang Shixian benar-benar sulit terkalahkan. Gelar penting seperti World Championships, World Super Series Final, All England serta Olimpiade semuanya mereka borong. Sangat sulit membendung mereka, hingga akhirnya muncul Carolina Marin & Tai Tzu Ying, kedua pemain tersebut merupakan pionir kehancuran dominasi Negeri Tirai Bambu itu.

Selepas runtuhnya kejayaan Cina, Tunggal Putri merupakan sektor yang paling kompetitif, peringkat papan atas pun berubah dengan cepat. Tercatat lima pemain saling bergantian menjadi penguasa, di antaranya ratu bulu tangkis Eropa asal Spanyol sekaligus peraih medali Emas Olimpiade Rio 2016, Carolina Marin, pemain muda asal Tiongkok, Chen Yufei, dua pemain mungil asa Jepang Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara, serta penguasa World Tour asal Chinese Taipei, Tai Tzu Ying. Mereka secara konsisten saling bergantian meraih gelar di juara di berbagai turnamen.

Dalam periode 2017-2020, tercatat lima negara menempatkan dua wakilnya di posisi 10 besar. Ada Jepang (Nozomi Okuhara & Akana Yamaguchi), Cina (Chen Yufei & He Binjiao), India (P.V Sindhu & Saina Nehwal). Persaingan papan atas kian memanas setelah pemain asal Thailand, Ratchanok Inthanon meraih gelar Juara Dunia pada 2015 serta pemain asal Inda Pusarla Venkata Sindhu pada 2019. Selain itu pada akhir tahun 2019, muncul the rising star asal Korea Selatan, An Se Yeong, yang di usianya yang baru 16 tahun ia sukses meraih beberapa gelar World Tour, menempatkan dirinya sebagai pemain termuda di jajaran 10 besar.

Sedangkan nasib tunggal putri Indonesia tampaknya berbeda. Selepas ditinggal Maria Kristin Yulianti, belum ada lagi yang mampu bersaing secara konsisten di papan atas. Namun harapan itu muncul tatkala Gregoria Mariska Tunjung mampu meraih gelar World Junior Championships (WJC) 2017, setelah pada babak semifinal dan final mengalahkan pemain Tiongkok, Cai Yan Yan dan Han Yue. WJC merupakan salah satu gelar bergengsi yang dulu didapatkan oleh pemain-pemain hebat seperti Ratchaiinok Inthanon dan Nozomi Okuhara.

Promosi GNFI Apps
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara