Rusia Bangun Rel Kereta di Kalimantan

Rusia Bangun Rel Kereta di Kalimantan
info gambar utama
Investor Rusia berminat untuk membangun rel kereta pengangkut batu bara yang membentang dari Kalimantan Tengah ke Kalimantan Timur. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman mengungkapkan bahwa selama ini pihak Rusia melihat potensi bisnis batu bara di Kalimantan sangat besar. Namun, teknologi yang digunakan masih kurang memadai. Usai kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, HE Alexander A Ivano di Kantor Menko Perekonomian, Senin (01/08), Rizal mengatakan bahwa nota kesepahaman atau MoU akan ditandatangani pada saat kunjungan Presiden Rusia ke Bali pada East Asia Summit, November mendatang. Penandatanganan ini juga akan melibatkan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Namun, lanjut Rizal, pembangunan baru akan dimulai paling tidak 3-5 tahun setelah penandatanganan. Saat ini, pemerintah masih melakukan koordinasi bersama Pemerintah Daerah dan memeriksa kesiapan perusahaan Indonesia yang menjadi rekan kerja Rusia. Pemerintah juga siap membantu dalam hal yang terkait isu lingkungan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Proyek ini merupakan bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Rel tersebut, kata Rizal, bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk batu bara, tapi juga untuk penumpang. Rel kereta pengangkut batu bara ini rencananya akan dibangun sepanjang 135 kilometer dan nilai investasinya ditaksir mencapai 2,5 miliar dolar US. Credit: ciputraentrepreneurship.com Rewritten for Good News From Indonesia by Raisa Nabila

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini