By Akhyari Hananto Saya pertama kali naik Lion Air ketika pesawatnya masih MD-80 yang panjang, ramping, dan bising itu, dari Jogja ke Jakarta. Yang saya ingat adalah bahwa ketika pesawat mulai turun, telinga saya sakit banget, dan itu menjadikan saya tak pernah lagi naik Lion sampai mereka menambahkan armada Boeing . Mungkin tidak akan ada yang menyangka bahwa Lion Air akan menjadi salah satu kekuatan utama di Indonesia dan Asia Tenggara di industri penerbangan. Diperkirakan pada 2010, total 20 juta penumpang diangkut oleh Lion Air ke berbagai tujuan domestik dan luar negeri. Lion Air sendiri bisa jadi cukup kaget dengan berbagai kemajuan yang diperolehnya, sehingga manajemen skedulingnya kadang masih sering terlambat, meski kini sudah mulai membaik. Saya sendiri merasa saat ini Lion Air dalam posisi dan waktu yang tepat untuk head to head dengan Air Asia atau Jetstar, meski Lion Air mampu. Namun rupanya hitung-hitungan awam saya salah. Lion Air sangat percaya diri dengan visi masa depannya, sehingga ketika tahun 2007 mereka membeli 178 pesawat Boeing 737-900ER, dunia dibuat terkejut. Kemaren adalah satu moment dimana Lion Air kembali mengejutkan seluruh Seattle (markas Boeing) ketika dia membeli 230 pswt baru Boeing 737-MAXs dan tambahan B737-900ER. Saya masih meraba-raba kemana arah Lion Air di masa depan. Dengan managemen yang lebih baik, bukan tidak mungkin Lion Air akan menjadi raja di Asia Tenggara, mengungguli Air Asia yang mulai seret jalannya. Semoga..

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu