Lupa Sandi?
/ Front

365Indonesia Hari 21: Pantai Dengan Pasir Halus Bagaikan Tepung, Pantai Bira, Makassar, Sulawesi Selatan

yoanda
yoanda
0 Komentar
365Indonesia Hari 21: Pantai Dengan Pasir Halus Bagaikan Tepung, Pantai Bira, Makassar, Sulawesi Selatan
Hello guys! Kembali ke Makassar lagi. Pantai Bira, yang juga dikenal sebagai Tanjung Bira, adalah pantai indah lainnya di Makassar. Terletak di ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya, Kabupaten Bonto Bahari, Bulukumba. Jaraknya sekitar 40 km dari kota Bulukumba atau 200 km dari Makassar. Jika diukur dengan waktu, sekitar 3 - 3,5 jam dari Makassar ke Tanjung Bira. Pantai Tanjung Bira merupakan pantai yang sangat indah dengan pasir putih yang halus seperti tepung. Anda dapat melakukan banyak hal di sini, seperti berenang, snorkeling, menyelam, atau  hanya berjemur di bawah sinar matahari. Jangan lupa untuk menikmati matahari terbit dan terbenam di  Tanjung Bira. Andajuga dapat menikmati keindahan dua pulau di depan pantai, yaitu Pulau Liukang dan Pulau Kambing. Anda bisa naik angkutan umum dari Makassar seperti Kijang, Panther atau Innova ke Bulukumba. Lanjutkan dengan mobil pete-pete (angkutan umum di Bulukumba) ke Tanjung Bira. Regards, Mad Check out my travel blog Mad Alkatiri for more cool places and follow me @madalkatiri. Translated for Good News From Indonesia on MSN by Yoanda Pragita

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG YOANDA

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

ARTIKEL TERKAIT

Welcome, Vietnam Airlines

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

The Blue of the Birds

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Internationally-connected Medan

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Konser Keajaiban : Sound From the East

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Liverpool to Manado

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata