"Indonesia Inc"

"Indonesia Inc"
info gambar utama
Kadang saya tertegun sendiri menonton acara-acara dialog di TV2 nasional, dengan berbagai wajah dan latar belakang berbeda, kemampuan berbeda (kadang seadanya), namun menurut saya, siapapun orangnya, peserta dialog bisa dan nggak malu untuk ngeyel. Akhirnya yang terjadi adalah pendapat-pendapat perorangan yang mungkin tidak mewakili siapapun, namun karena disiarkan secara nasional, seolah-olah apa yang disampaikan adalah opini publik. Tertegun, betapa negeri ini bisa terpecah-pecah dalam ribuan opini yang tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan. Saya membayangkan, sebuah negara adalah sebuah perusahaan besar, dengan director (Presiden) dan para managers (menteri), para kepala bidang (dirjen), para humas (diplomat), internal newsletter (media), dan para pekerja serta stakeholder lain yang terus menerus berusaha memajukan perusahaan besar. Dalam hal ini, marilah kita menamakan perusahaan itu sebagai "Indonesia Inc"  Apakah saat ini Indonesia Inc adalah perusahaan yang solid, dipercaya oleh pasar, terus berinovasi, dan menghasilkan produk yang laku dipasaran, disenangi konsumen, dan dihormati oleh para perusahaan pesaing? Jawaban anda bisa jadi sama dengan jawaban saya, bisa jadi lain. Marilah kita simpan jawaban kita masing-masing, untuk kita sendiri. Andaikan negara-negara di dunia ini kita sebut sebagai perusahaan-perusahaan, maka ada ratusan perusahaan besar dan kecil, bagus dan kurang bagus, efisien dan tidak efisien, namun saya yakin semuanya ingin agar perusahaan terus maju, dan mereka akan berupaya dengan melakukan apa saja untuk mencapai hal tersebut, terkadang harus menjegal perusahaan lain. Dimana posisi Indonesia Inc? Pertanyaan mendasar saya sebenarnya bukan itu. Namun lebih kepada, apakah setiap elemen di dalam Indonesia Inc sudah benar-benar mengerti visi perusahaan, dan bergerak bersama-sama mencapai visi tersebut?


Kita bisa mengambil contoh Singapore, yang benar-benar menjalankan negaranya seperti menjalankan perusahaan, dengan Perdana Menteri sebagai CEO-nya. Setiap warga negara Singapura seolah-olah adalah karyawan perusahaan yang sangat berkepentingan agar Singapura terus maju, lebih maju dari negara lain. Tagline "It's personal. Play Your Part" selalu berdengung diantara orang-orang Singapura. Tidak hanya dibidang sosial dan ekonomi, tapi juga pertahanan, keamanan, kenyamanan, lingkungan hidup, dan banyak lagi. Singapore Inc benar-benar telah menjelma menjadi perusahaan impian semua perusahaan. Hal yang hampir sama, juga terjadi di Denmark, Austria, Swiss, dan Swedia. Indonesia, sebagai sebuah perusahaan besar dengan berbagai tantangannya yang seabrek, tentu tidak mudah mengadopsi Singapore Inc. Yang bisa dilakukan adalah, mendayagunakan otonomi daerah yang memberikan "kemerdekaan sepenuhnya" kepada masing-masing daerah, untuk mengatur dan memajukan daerahnya masing-masing. Kalau ini berhasil, Indonesia Inc bisa menjadi Holding Company raksasa, dimana perusahaan2 dibawahnya holding-nya akan saling mengisi dan membantu. Semoga..

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini