Lupa Sandi?
/ Front

"Malaysia? Enam bulan lagi.."

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kian bergairah mengundang optimisme pemerintah untuk mengalahkan Malaysia. Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai dalam enam bulan Indonesia sudah dapat menyaingi negeri jiran itu. "Dalam enam bulan ini, kita harus kalahkan Malaysia. Malaysia itu tidak ada apa-apanya," ujar Dahlan Iskan dalam seminar Tantangan BUMN ke Depan di Jakarta, Kamis (1/12). Menurut Dahlan, pemerintah sudah mencapai pertumbuhan ekonomi di level 6,5 persen merupakan pencapaian yang luar biasa. Kendati, pembangunan infrastruktur di Tanah Air masih kalah bersaing dengan Malaysia. "Memang, kita masuk jalan tol saja macetnya luar biasa. Ke depan, kemacetan bisa diatasi dengan kartu pass (e-Toll Pass)," tuturnya. Pencapaian lainnya, kata Dahlan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai US$850 miliar atau setara Rp7.400 triliun. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah dapat mengalahkan PDB negara yang menjajahnya, Belanda, yang hanya memiliki PDB sekitar US$700 miliar. (Media Indonesia)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Welcome, Vietnam Airlines

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

The Blue of the Birds

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Internationally-connected Medan

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Konser Keajaiban : Sound From the East

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Liverpool to Manado

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara