Satu Hal Tentang Blackberry

Satu Hal Tentang Blackberry

Satu Hal Tentang Blackberry

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Saya menggunakan Blackberry (BB) sejak tahun 2007, ketika BB belum begitu dikenal orang di Indonesia. Ketika saya pulang ke Indonesia pada 2009 akhir, saya cukup terkejut ketika semua orang yang saya kenal punya BB, dan menanyakan pin BB saya. Kalau di seluruh dunia dilanda iPhone, Indonesia takluk pada Blackberry, produk RIM dari Kanada. Bahkan Indonesia adalah pengguna BB ke-3 terbesar di dunia setelah AS, dan Kanada.

Adalah hal yang sangat wajar ketika kita berharap RIM membuka pabrik pembuatan BB di Indonesia, bukan saja mendekati market raksasa ini, tapi juga menunjukkan komitmen investasi jangka panjang RIM (dan Blackberry-nya) terhadap Indonesia, konsumen yang telah menjaga Blackberry tetap mengapung di tengah serbuan Apple and Android.

Namun, seorang kapitalis sejati memang hanya mencari untung, dan mencari enaknya. RIM ternyata lebih memilih Penang, Malaysia sebagai tempat pembuatan handset BB. Bukan itu saja, RIM membangun network aggregator di Singapura. Keduanya tentu untuk mengunduh buah yang ranum siap panen, yang bernama Indonesia. Mudahnya adalah RIM sebagai sebuah entitas kapitalis, memanen ladang bernama Indonesia, dengan bibit dan pekerja dari luar, dan hasil keuntungannya dinikmati di luar.

Apa bedanya dengan penjajah Belanda dulu? Sulit membedakannya.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Measuring the success of Indonesia’s involvement in Durban Sebelummnya

Measuring the success of Indonesia’s involvement in Durban

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2) Selanjutnya

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2)

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.