Lupa Sandi?

Satu Hal Tentang Blackberry

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Satu Hal Tentang Blackberry

Saya menggunakan Blackberry (BB) sejak tahun 2007, ketika BB belum begitu dikenal orang di Indonesia. Ketika saya pulang ke Indonesia pada 2009 akhir, saya cukup terkejut ketika semua orang yang saya kenal punya BB, dan menanyakan pin BB saya. Kalau di seluruh dunia dilanda iPhone, Indonesia takluk pada Blackberry, produk RIM dari Kanada. Bahkan Indonesia adalah pengguna BB ke-3 terbesar di dunia setelah AS, dan Kanada.

Adalah hal yang sangat wajar ketika kita berharap RIM membuka pabrik pembuatan BB di Indonesia, bukan saja mendekati market raksasa ini, tapi juga menunjukkan komitmen investasi jangka panjang RIM (dan Blackberry-nya) terhadap Indonesia, konsumen yang telah menjaga Blackberry tetap mengapung di tengah serbuan Apple and Android.

Namun, seorang kapitalis sejati memang hanya mencari untung, dan mencari enaknya. RIM ternyata lebih memilih Penang, Malaysia sebagai tempat pembuatan handset BB. Bukan itu saja, RIM membangun network aggregator di Singapura. Keduanya tentu untuk mengunduh buah yang ranum siap panen, yang bernama Indonesia. Mudahnya adalah RIM sebagai sebuah entitas kapitalis, memanen ladang bernama Indonesia, dengan bibit dan pekerja dari luar, dan hasil keuntungannya dinikmati di luar.

Baca Juga

Apa bedanya dengan penjajah Belanda dulu? Sulit membedakannya.

 

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie