Lupa Sandi?
/ Front

Esemka Perlu Lebih

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Esemka Perlu Lebih

by Ahmad Cholis Hamzah*)

Jepang memiliki sinergi yang powerful didalam negerinya dalam upayanya menguasai pasar global. Sinergi ini antara MITI –Ministry of International Trade and Industry, sebuah kementrian yang berpengaruh di Jepang, dengan Keidanren – parlemen dan dunia usaha. Secara regular ketiga sinergi ini membahas kondisi ekonomi nasional dan global dan saling memberi dukungan kuat. Misalkan, apabila ada perusahaan Jepang yang ingin berinvestasi di luar negeri, maka MITI akan all-out memperjuangakannya dengan berbagai jalur misalkan jalur diplomatic maupun pertemuan bilateral dengan negara dimana perusahaan Jepang itu akan berinvestasi. Tujuan utamanya adalah produk-produk Jepang menguasai pasar global.

Amerika Serikat, memiliki budaya kompetisi tinggi dan dikenal ingin tetap memegang supremasi global dibidang apapun. Karena itu banyak perusahaan-perusahaan besar maupun para dermawan yang bersedia mengucurkan dana unlimited pada siapapun yang melakukan penelitian, dengan tujuan agar produk Amerika apakah itu ide, teknologi, ekonomi dan sebagainya menjadi nomor satu di dunia. Kita pernah ingat ada seorang ilmuwan muda Indonesia yang di wawancarai Andy Noya dalam acaranya Kid Andy Show, ilmuwan ini kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun bekerja di Amerika. Dia menceritakan bahwa ketika dia mau kembali ke Indonesia, perusahaannya berusaha menahannya dengan memberikan dana penelitian yang unlimited jumlahnya. Di Amerika juga banya para philanthropis – dermawan yang bersedia mengucurkan dananya yang besar bagi orang atau institusi yang bisa membuat Amerika menjadi nomor satu di tingkat global.

Kedua cerita tentang bagaimana Jepang dan Amerika ingin produk-produknya menguasai pasar global sangat menarik kita cermati. Setuju atau tidak setuju dengan kedua negara itu dibidang politiknya, tapi ada hal-hal yang perlu kita pelajari yaitu bahwa semua jajaran di negeri itu, pemerintah, parlemen dan swasta serta para dermawannya semua bergerak bahu membahu demi keberhasilan anak bangsanya.

Baca Juga

Kita memerlukan tindakan konkret seperti yang dilakukan oleh pihak-pihak penting di Jepang dan Amerika itu untuk memajukan karya anak bangsa yang mengagumkan. Sayangnya setiap kali ada karya anak bangsa yang perlu didukung, ada tarik menarik kepentingan politik didalamnya, upaya pencitraan dsb. Sudah tidak terbilang lagi jumlah anak bangsa yang menorehkan prestasi mereka di tingkat internasional. Namun sedikit sekali penghargaan atau upaya yang lebih mendorong mereka untuk berkiprah lebih jauh.

Kasus produk anak anak SMA Solo yang menghasilkan mobil Esemka,seharusnya menerima dorongan semangat dari berbagai pihak. Menarik pendapat Menteri Pendidikan Prof. Muhammad Nuh ketika di wawancarai wartawan, dia mengatakan bahwa Esemka harus diproduksi masal tahun depan, tidak perduli apakah itu ada yang menuduh untuk kepentingan politik atau bukan, yang penting mobil karya anak –anak Solo itu harus di produksi.

Memang ironis, ketika putra-putra bangsa ini dengan susah payah mempersembahkan karya mereka, masih ada saja komentar yang men- discourage mereka apakah soal kelaikan mobil itu, soal belum test emisi dsb. Seharusnya contoh yang dari negeri seberang di awal tulisan ini harus menjadi inspirasi semua jajaran bangsa ini misalkan BUMN, Kementrian Pendidikan, Kementrian Industri, Kementrian Luar Negeri, KADIN, para pelaku industri swasta nasional bergerak bersama sama membantu anak-anak Solo itu. Ironis kita mendengar berita bahwa sebenarnya sudah ada 300 orang atau institusi yang meng-indent mobil itu, tapi sulit dipenuhi karena SMK Solo belum bisa membuatnya secara massal. Walikota Solo bahkan menghimbau bahwa kalau bisa ada investor dalam negeri yang bisa membantu merealisasi produksi masal mobil ciptaan anak-anak itu.

Yang perlu kita sadari, bahwa anak-anak SMK Solo berserta dengan para pembimbingnya, mengucurkan keringat siang malam tanpa henti dari mulai perencanaan, pertemuan-pertemuan mereka mendiskusikan proses karya mereka, sampai hasil akhirnya dan penulis yakin mereka sampai tidak tidur karena was-was apakah rencana mereka berhasil atau tidak. Tidak kalah para orang tua mereka yang ikut berpartisipasi dengan jalan berdoa siang malam kepada Gusti Allah agar putra-putra mereka berhasil. Dan semua itu memerlukan keikhlasan kita untuk meng-apresiasi usaha mereka (meskipun mereka tidak minta). Karena kerja mereka itu sebenarnya bukan untuk kepentingan politik sesaat, tapi untuk KEPENTINGAN BANGSA agar bangsa ini memiliki MARTABAT di mata dunia; dan perlu disadari bahwa di luar Solo, di berbagai pelosok negeri ini masih banyak anak-anak bangsa - yang ketika tulisan ini dibuat sedang bersusah payah, pontang panting tak kenal lelah berusaha membuat produk-produk yang membanggakan Ibu Pertiwi. Karena itu janganlah ditari-tarik keranah politik upaya suci mereka itu.

*) Drs. Ec. Ahmad Cholis Hamzah, adalah alumni FE Unair dan University of London, sekarang dosen di STIE PERBANAS dan STIESIA Surabaya.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara