Lupa Sandi?
/ Front

Indonesia Rencanakan Argo Cahaya

mrusydan
mrusydan
0 Komentar
Indonesia Rencanakan Argo Cahaya
Jika Jepang terkenal dengan kereta Shinkansen, maka Indonesia pun siap merencanakan kereta yang serupa dengan nama Argo Cahaya yang memiliki rute Jakarta-Surabaya, sedangkan biaya yang diperkirakan akan mencapai Rp 150 triliun sampai Rp 180 triliun. "Pengembangan KA Indonesia masa depan ada Argo Cahaya, Jakarta-Surabaya. Mengadopsi sistem Shinkansen Jepang. Studi awal sudah dilakukan," ujar Bambang Susantono Wakil Menteri Perhubungan dalam acara Seminar Nasional Perkeretaapian di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (25/1/2012). Untuk hal investor, Bambang menyatakan sudah ada Jepang dan China yang menjajaki mengenai pembangunan kereta peluru ini. Anggarannya pun hingga mencapai ratusan triliun rupiah. Ketika ditanya mengenai jalur kereta di sepanjang Pulau Jawa yang sering berhimpitan dengan rumah penduduk, Bambang mengatakan, kemungkinan untuk namun membuat jalur sendiri. Untuk itulah studi awal pembangunan kereta shinkansen ini meliputi kondisi sosial budaya masyarakat. Shinkansen yang mempunyai jarak tempuh hingga 300km/jam, maka Argo Cahaya diharapkan bisa menempuh jarak Jakarta-Surabaya hanya dalam waktu 2,5 jam saja. Tapi tentu saja harga tiketnya cukup tinggi. Tiket termurah Shinkansen sekitar Rp 1,3 juta untuk jarak 380 km.   News Source: Detik

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MRUSYDAN

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

ARTIKEL TERKAIT

Welcome, Vietnam Airlines

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

The Blue of the Birds

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Internationally-connected Medan

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Konser Keajaiban : Sound From the East

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Liverpool to Manado

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata