“Orang yang optimis selalu melihat segala kesempatan dalam kesulitan, sementara orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di segala kesempatan” –Unknown Indonesia, dengan segala kabar miringnya, dengan segala kasus korupsi yang menimpanya, dengan segala bencana alam yang kerap kali datang seharusnya tidak bisa mematikan api semangat anak muda Indonesia. Kenapa? Tidak jarang sebenarnya kita mendengar suara pesimis dari orang Indonesia, yang diutarakan dan seolah jenuh dengan semua pemberitaan yang buruk tentang negeri ini tapi harusnya kita bisa melihat selalu ada kesempatan bagi Indonesia untuk menuju perubahan yang lebih baik. Tapi semua hanya bisa dimulai ketika masyarakat dari bangsa ini yakin dan percaya bahwa Indonesia pasti bisa menjadi lebih baik. Semangat optimisme yang akan menyalakan api semangat anak muda untuk merubah negeri ini. Jika semangat itu sudah hilang dari anak mudanya sendiri, lantas bagaimana negeri ini kedepannya? Banyak sekali memang dari kita (orang Indonesia) yang kerap kali mengeluh dan menyatakan bahwa negara ini sudah masuk kategori “failed state” atau negara gagal. Bagi saya tidak! Negara ini justru akan jadi negara gagal jika masyarakat atau pemudanya tidak ada lagi semangat, optimisme dan cinta akan Indonesia. Bisa dipastikan, negara ini akan hancur dengan sendirinya. Karena dengan cara pandang yang optimis, melihat segala kesempatan dalam kesulitan, yang akan menggerakan kita untuk berbuat lebih baik bagi Indonesia. Saya teringat cuplikan dari film “the iron lady” yang menceritakan tentang perjuangan Margareth Thatcher yang saat itu masih muda dan naive yang ingin membawa Inggris menjadi lebih baik. “if you want to change your country, lead it.” Itulah kalimat yang paling mengena dalam film itu dan bagi saya berlaku bagi Indonesia sekarang ini. Jika kalian, yang merasa pesimis dengan negeri ini dan muak dengan semua pemberitaan yang ada, rubahlah! Jika tidak ada cara lain untuk merubahnya kecuali dengan memimpin negeri ini, pimpinlah! Saya teringat cerita teman saya yang berkesempatan menghadiri HNMUN (harvard national model of united nations) 2012 Februari lalu, ia berkesempatan bertemu dengan ibu Sri Mulyani yang sekarang menjadi kandidat terkuat presiden world bank. Ia menyatakan optimismenya jika melihat anak muda Indonesia yang sekarang. “ibu seneng liat anak muda Indonesia sekarang, ibu yakin banget kalau ngeliat anak muda ini suatu hari Indonesia bisa jauh lebih baik” tutur ibu Sri. Mungkin kita bisa sedikit belajar dari gambar diatas, bagaimana seorang pesimis dan seorang optimis mempunyai cara pandang yang jelas berbeda dalam hidup. orang yang pesimis cenderung mengatakan bahwa gelas itu setengah kosong daripada setengah berisi. Ada juga cerita tentang dokter yang menangani seorang pasien yang koma dan berpendapat bahwa si pasien "setengah mati" sementara seorang optimis berpendapat ia "setengah hidup". bagi seorang optimis, selalu ada harapan ditengah kesusahan, pasti ada jalan. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia, kita melihat negara ini "setengah mati" menghadapi korupsi dan seribu masalah lainnya, tapi bagaimana dengan yang "setengah hidup" itu? jangan lupakan harapan yang ada itu! apakah kita akan membiarkannya mati juga? Harapan itu akan selalu ada. Jadi, jangan pernah biarkan api optimisme itu padam kawan. Biarkan api itu tetap membara, membakar semangat untuk berjuang dan merubah Indonesia. Negara ini belum dan tidak gagal, jangan biarkan negara ini gagal dengan matinya semangat dari orang Indonesia untuk merubah Indonesia. Stay optimistic, Indonesia could be better if you really want to. Change it.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu