Lupa Sandi?

Baling-Baling sang Garuda

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Baling-Baling sang Garuda

Saya selalu 'bersemangat' setiap kali akan naik pesawat berbaling-baling, terutama karena disitulah "semangat" pesawat terbang benar-benar saya peroleh. Pertama tentu saja ketika baling-baling mulai berputar pelan dan kemudian sangat cepat, lalu terdengar bunyi menderu mesin dan baling-baling, dan dengan "susah payah" pesawat naik ke angkasa. Yang paling 'mendebarkan' tentu saja adalah karena pesawat tidak berada jauuuh di atas permukaan, sehingga kita akan dimanjakan oleh pemandangan dibawah yang terlihat jelas, bahkan mobil yang lewat di jalan pun bisa kita lihat secara clear.

Ketika mendengar Garuda Indonesia akan membeli pesawat turboprop (baling-baling), saya kaget, sekaligus excited. Bukan apa-apa, Garuda Indonesia adalah maskapai dengan reputasi dunia, belum lama ini dinobatkan sebagai World's Best Airline oleh Roy Morgan, dan penghargaan-penghargaan tingkat dunia yang lain. Tentu akan "berbeda" rasanya terbang dengan pesawat baling-balingnya Garuda.

Sejak beberapa tahun terakhir, Garuda Indonesia "sibuk" membeli pesawat-pesawat baru, mulai dari Boeing 737-800NG, 777-300, Airbus A330, hingga yang terakhir Bombardier CRJ1000. Sementara itu, saat ini Garuda masih memilih untuk pesawat turboprop antara 2 pilihan, apakah ATR 72-500, atau Bombardier Q400. Keduanya pesawat bagus. Namun, karena Garuda juga punya CRJ1000, alangkah baiknya kalau Bombaordier juga yang dipilih. Menyederhanakan maintenance kan?

Baca Juga

Bravo, Garuda Indonesia.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara