Tak disangka-sangka, saat gadis kecil berumur 9 tahun, Keily Setiawan menulis tentang cerita kelinci untuk hadiah ulang tahun kakak laki-lakinya, tulisannya telah mencuri perhatian para pembaca digital book Apple’s iTunes. Buku e-book pertamanya, ”Chen Chen Goes to Space telah dipublikasikan di 32 negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia pada tanggal 28 April, dan masuk peringkat 200 teratas buku gratis terlaris di Amerika dan Australia. “Saya menulis buku ini terinspirasi oleh kakak saya Kenzo Setiawan karena shio kakak saya adalah kelinci. Saya menulisnya sebagai hadiah ulang tahun pada tanggal 8 April” kata murid kelas 4 di Sinarmas World Academy di Bumu Serpong Damai Satellite City, Tangerang Selatan.   Sekolahnya, yang difasilitasi untuk publikasi, mengadakan konferensi pers  atas hasil karya para siswanya pada hari jumat.Selain Keily, adapula Peter Ryandry, siswa di kelas sepuluh dan Nahyeon Kim, siswa di kelas sebelas juga merupakan penulis e-book. Awal mulanya, Keily menulis cerita dalam bahasa Mandarin dan menunjukkannya ke gurunya, Wang Meijin. Kagum atas tulisannya, Meijin dan Jane Ross,salah satu guru IT di sekolah tersebut, menyarankan agar sekolah mempublikasikannya. Atas persetujuan orang tua Keily, sekolah tersebut mendaftarkannya ke Apple dengan harapan, cerita tersebut dapat disebarluaskan ke dalam took-toko buku milik Apple di seluruh dunia. Akan tetapi, Apple tidak langsung menjawabnya. Setelah mempelajari bahwa iTunes belum mendukung publikasi dalam bahasa Mandarin, Keily segera mengatasi permasalahannya dengan menambahkan versi Bahasa Inggris ke dalam cerita tersebut yang menjadikan buku tersebut  sebagai buku pertama bilingual yang pernah dipublikasikan. “Kami tak melakukan apa-apa dengan bukunys karena ia pun tidak mengetahuinya sampai sekolah memberitahu kami. Kami bersyukur bahwa sekolahnya dapat menggali bakatnya dan mengembangkan kreativitasnya,” ujar  Linda Salim, I bunda Keily,  yang menambahkan bahwa bakat menulisnya menurun dari kakeknya, Lukman Setiawan, salah satu pendiri dari majalah Tempo. Keily menyatakan kebahagiaannya saat mengetahui ada banyak orang bisa membaca  karyanya dengan gratis. “Saya harap akan segera di publikasikan di Asia, khususnya di Indonesia, jadi semua anak Indonesia  juga bisa membacanya “ ujarnya. (The Jakarta Post)  

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu