Lupa Sandi?

Bupati Gorut Terima Adibakti Mina Bahari

mrusydan
mrusydan
0 Komentar
Bupati Gorut Terima Adibakti Mina Bahari
Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin, Sabtu (15/12), menerima penghargaan Adibakti Mina Bahari Bidang Pesisir 2012 untuk penilaian tingkat Provinsi Gorontalo. Penghargaan terbaik dua yang diterimanya, kata bupati, merupakan apresiasi pemerintah Provinsi Gorontalo atas kepedulian pejabat pemerintah daerah terhadap pengelolaan willayah pesisir dan pulau kecil. "Ini adalah penghargaan yang layak dipersembahkan kepada rakyat, khususnya dalam pengembangan dan peningkatan program wilayah pesisir daerah ini," Ujar Bupati, usai menerima penghargaan yang diserahkan langsung wakil gubernur di Gorontalo, pada peringatan Hari Nusantara. Menurut bupati, potensi wilayah pesisir di daerah itu sangat besar, didukung dengan panjang garis pantai yang mencapai 197 kilometer. Sehingga pemerintah daerah menjadikan wilayah pesisir sebagai salah satu tumpuan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), melalui pengembangan sektor perikanan dan kelautan, dan kepariwisataan. Peningkatan wilayah pesisir kata bupati, menjadi program unggulan yang ingin dicapai pemerintah daerah. "Khususnya fokus melaksanakan program pemberdayaan kepada nelayan," Ungkapnya. Mengingat masyarakat pesisir mayoritas berprofesi sebagai nelayan, merupakan pelaku utama yang akan menggerakkan sektor tersebut, seperti pembudidayaan perikanan tambak, pengembangan kerajinan tangan berbahan dasar sumber daya kelautan, maupun penyaluran bantuan kepada nelayan tradisional, diantaranya kapal ikan dan alat penangkap ikan modern. sumber: www.rmol.co sumber foto: kkp.go.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MRUSYDAN

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara