Lupa Sandi?
/ MSN

Anak Bangsa di Kompetisi Rancang Desain Proses Level Dunia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Anak Bangsa di Kompetisi Rancang Desain Proses Level Dunia

ECCE9-ECAB2

Kongres Teknik Kimia Eropa ke-9 bersamaan dengan Kongres Bioteknologi Terapan Eropa ke-2 (ECCE9 / ECAB2) adalah sebuah konferensi kerjasama antara Asosiasi Teknolog Proses Belanda (NPT) dan Masyarakat Ilmu Teknik Biokimia Eropa (ESBES) di bawah naungan Federasi Teknik Kimia Eropa (EFCE). Konferensi ini diselenggarakan di Den Haag, Belanda dari 21 hingga 25 April 2013. Lebih dari 2300 peserta termasuk 300 peneliti yang berasal lebih dari 25 negara berpartisipasi dalam konferensi bergengsi ini.

 

Baca Juga

Huntsman Design Contest

Huntsman Design Contest adalah sebuah kompetisi yang merupakan bagian dari ECCE9 / ECAB2. Kompetisi ini diselenggarakan atas inisiatif Huntsman, perusahaan produsen bahan kimia tingkat dunia. Tujuan dari kompetisi ini adalah merancang desain proses pemisahan anilin dengan beberapa pertimbangan untuk menghasilkan kombinasi optimal antara biaya operasional, modal investasi dan risiko. Kompetisi ini merupakan kompetisi tingkat internasional yang terbuka bagi seluruh mahasiswa pascasarjana dari seluruh dunia. Finalis terpilih diundang untuk mempresentasikan hasil studi mereka pada ECCE9 / ECAB2. Finalis kompetisi berasal dari beberapa universitas unggulan di dunia seperti Eindhoven University of Technology, University of Twente, Technische Universität Dortmund, dan Yeungnam University.

Dalam kompetisi tahun ini, juara pertama diraih oleh Bart Zijlstra dan Vignesh Thiruvengadam dari Eindhoven University of Technology, Belanda. Juara kedua diraih oleh Lars Schut dan Max Haker dari University of Twente, Belanda. Juara ketiga diraih oleh Riezqa Andika dan Yus Donald Chaniago dari Yeungnam University, Korea Selatan. Hasil ini cukup mengejutkan karena tim dari Yeungnam University dapat meraih posisi tiga besar mengingat tim ini merupakan satu-satunya perwakilan dari Asia. Di kompetisi ini, tim Yeungnam University mempresentasikan hasil studi mereka sebuah modifikasi desain berbasis konfigurasi mechanical vapor recompression (MVR). Studi dari desain tersebut dikerjakan di laboratorium Process Systems Design and Control (PSDC) di bawah supervisi Profesor Moonyong Lee. Di antara tim-tim lainnya, studi dari tim Yeungnam University menjadi desain yang paling praktis dan menjanjikan yang dapat langsung diimplementasikan pada skala industri.

Prestasi Anak Indonesia

Banyak yang tidak mengetahui bahwa kedua anggota tim dari Yeungnam University  merupakan anak asli Indonesia. Mereka merupakan putra-putra bangsa yang sedang menempuh studi di Korea Selatan. Riezqa Andika merupakan mahasiswa magister asal Indonesia yang sebelumnya mendapatkan gelar sarjana dari Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia dan rekan satu tim Riezqa, Yus Donal Chaniago, merupakan kandidat doktor yang menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana dan magister di Universitas Sriwijaya. Satu lagi prestasi anak bangsa yang membanggakan.

 Sumber:

1. Riezqa Andika (rzq_andika@ynu.ac.kr)

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata