Lupa Sandi?
/ MSN

Lha kita ternyata bisa kok..

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Lha kita ternyata bisa kok..

Ternyata Kita Bisa

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah, MSc*

Ditengah hiruk pikuk gejolak politik nasional terutama menjelang Pilpres 2014, serta berita-berita sidang sidang korupsi dan kenaikan harga BBM; ternyata publik tidak menyadari dan mengetahui bahwa di bulan Juni 2013 ini kita merayakan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 18 atau HAKTEKNAS. Sayang berita seperti ini tidak mendapatkan atensi dari khalayak ramai. Padahal sudah banyak karya nyata anak bangsa dalam melakukan inovasi teknologi demi kemajuan bangsa ini sudah dibuat. Memang harus disadari bahwa tidak ada satupun Negara maju di dunia ini mencapai kemajuannya tanpa kemajuan ilmu pengetahuan dan tekonologi dan itu adalah satu-satunya cara untuk memajukan bangsa dan Negara.

Apa saja kemajuan yang sudah dicapai anak bangsa yang tidak semua diantara kita mengetahui. Ternyata LAPAN telah berhasil mengembangkan roket RX-450 yang bisa menembus hingga 100 km dan negeri ini juga mengembangkan pesawat pengintai tanpa awak untuk maksud pertahanan Negara. Kita juga berhasil membuat senjata laras panjang canggih – sniper rifle yang bisa menembak dengan jarak 1-2 km, peralatan canggih Radio Radar Combat Management System, Kendaraan Lapis Baja, roket balistik jarak pendek. Hingga saat ini Indonesia juga sudah menghasilkan 6 jenis prototype PUNA – Pesawat Udara Nir Awak. Pesawat jenis ini digunakan sebagai pesawat pengideraan dan pengintaian udara dengan menggunakan kamera dan bisa mengambil viedo kondisi darat dan udara lalu hasilnya dikirim secara langsung ke stasiun pengamat didarat secara real time. Indonesia juga pada tahu 2013 ini di jadwalkan meluncurkan satelit pengamatan yang diberi nama Satelit A2 yang sepenuhhnya dibuat anak-anak bangsa di dalam negeri. PT Dirgantara Indonesia (bentukan Prof. BJ. Habibie, mantan Wakil Presiden RI) juga mulai merancang dan memproduksi secara mandiri pesawat komuter turboprop N-250.

Baca Juga

Contoh-contoh diatas sebenarnya hanyalah sebagian dari pencapaian gemilang anak-anak bangsa dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Masih banyak lagi pencapain inovasi baru yang dilakukan beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di negeri ini diberbagai bidang; atau rekayasa canggih berbagai produk dari beberapa BUMN. Belum lagi hasil-hasil gemilang dari anak-anak SMK di berbagai daerah; belum lagi hasil industry kreativ juga di berbagai daerah.

 Sayangnya memang; hasil-hasil anak bangsa yang gemilang itu seringkali hanya di pamerkan pada publik di Jakarta saja, seperti pameran hari HAKTEKNAS sekarang ini yang diselenggarakan di ibu kota. Hasilnya kemajuan teknologi yang mengagumkan itu tidak sounding ke masyarakat luas, ke propinsi-propinsi lain. Anak-anak desa tidak mengatahui karya agung bangsanya sendiri.

 Saya di waktu kecil di Surabaya tahun 1960 an sering kali melihat pameran Alutsista – Alat Utama Sistim Pertahanan yang diselenggarakan oleh TNI dan Perguruan Tinggi kala itu. Saya begitu bangga sebagai anak kecil bangsa ini melihat dan menyentuh alat-alat pertahanan TNI, alat-alat sederhana kedokeran dsb. Ada percaya diri yang tinggi melihat institusi TNI dan institusi Negara lainnya yang memiliki alat-alat yang dipamerkan itu. Saya terkagum-kagum melihat torpedo anti kapal selam, pakaian selam yang beratnya minta ampun. Padahal kalau dipikir sekarang produk-produk yang dipamerkan itu tidak terlalu canggih bila dibandingkan dengan yang ada sekarang. Tapi saya bangganya sampai diawang-awang.

 Sekarang, segala kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan itu tidak di share keseluruh wilayah nusantara; sehingga tidak semua orang mengetahuinya. Jangankan rakyat jelata, mahasiswa saya saja saya tanya apa saja yang sudah dibuat Indonesia, mereka menggeleng-gelengkan kepala – tanda tidak tahu. Karena itu perlu diingat bahwa Indonesia ini bukan hanya Jakarta; semua hasil karya bangsa seharusnya di sebar luaskan dan dipertontonkan keseluruh wilayah nusantara ini.

* Alumnus University of London, Universitas Airlangga dan Dosen pada STIE PERBANAS Surabaya.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Sumenep, Mistis di Ujung Madura

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Antara Manusia, Silat, dan Sang Harimau

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Produsen Udang Terbesar Kedua di Dunia

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Ilmuwan Indonesia dan Katak Misterius dari Sulawesi

Farah Fitriani Faruq3 tahun yang lalu

Berjaya di Amerika

Farah Fitriani Faruq3 tahun yang lalu

Si Kuat yang Akhirnya Merapat

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie