Saya merinding ketika membaca berita bahwa seseorang bernama Pak Sabar yang berumur 40 tahun, akan menaklukan puncak Gn Elbrus di Russia yang menjulang 5.642 m. Bukan saja gunungnya yang tinggi, tertinggi di Eropa, tapi suhu udara yang kadang bisa mencapai minus 16 derajat celcius tentu akan sangat berbahaya bagi siapa saja yang mendaki ke puncaknya. Pak Sabar tentu sangat memahami tantangan besar  itu, apalagi, dia.. hanya punya satu kaki. Iya, dia hanya punya satu kaki.

Dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, pak Sabar menolak untuk pesimis, dan memutuskan untuk melaksanakan niatnya menaklukkan puncak Elbrus dan menancapkan Merah Putih di sana.

Dan..yang terjadi adalah seperti mimpi dan keajaiban.. Pak Sabar benar sudah mencapai puncak Elbrus, dan Merah Putih benar sudah tertancap di salah satu atap langit dunia itu. Buah optimisme, buah harapan tanpa henti meski diberi banyak tantangan, dan tentu, buah kerja keras pantang menyerah. Satu hal yang perlu kita semua bangsa Indonesia maknai bersama, meski dengan berbagai tantangan dan hambatan, seolah masalah datang silih berganti tanpa henti menerpa negeri ini, dengan optimisme, dengan tidak kehilangan harapan, dengan kerja keras untuk terus maju mengejar ketertinggalan, sama sekali tak ada yang tidak mungkin. Pak Sabar memang hanya punya satu kaki, tapi dia telah berjuta menancapkan kebanggaan dan percaya diri baru. Ada baiknya kita 'berguru' optimisme pada beliau.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu