Lupa Sandi?

Kemeriahan yang Menginspirasi dari The 36th Jazz Goes To Campus Festival

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Kemeriahan yang Menginspirasi dari The 36th Jazz Goes To Campus Festival
depapepe Sejak digelar pertama kalinya, lahir dari ide Chandra Darusman dan teman-teman, Jazz Goes To Campus (JGTC) telah berhasil mengejar tujuannya: menyebar dan merayakan cinta pada musik jazz. Apa yang dimulai sebagai sebuah niat sederhana yaitu menyuarakan semangat muda melalui musik, kini telah berubah menjadi tidak hanya festival jazz tertua, tapi juga salah satu Festival Jazz paling terkenal di Indonesia, dan di dunia yang diselenggarakan oleh mahasiswa. Tagline yang diangkat pada tahun ini adalah “Jazz It Your Way” yang mewakili semangat The 36th Jazz Goes To Campus yang ingin memuaskan berbagai interpretasi, ekspresi, dan inspirasi musik jazz ke segala kalangan. Ciri khas dari The 36th Jazz Goes To Campus dibanding tahun-tahun sebelumnya adalah berbagai kolaborasi antar-musisi jazz yang ditampilkan pada 1 Desember 2013. Dengan mengkolaborasikan beberapa musisi jazz handal dalam 1 penampilan, JGTC ingin memberi kesempatan bagi penonton untuk menyaksikan penampilan jazz yang segar, baru, dan unik. Kolaborasi ini juga ditujukan untuk menunjukkan bagaimana ekspresi musik jazz yang berbeda dari tiap musisi dapat dileburkan menjadi ekspresi baru yang tidak kalah menginspirasi. Bertempat di pelataran parkir Kampus FEUI, Depok, puncak acara Jazz Goes To Campus kembali digelar pada tanggal 1 Desember 2013 dengan teagline JAZZ IT YOUR WAY! Dengan harga tiket on the spot yang sangat terjangkau,yaitu Rp58.000 JGTC Festival tahun ini dihadiri lebih dari 20.000 penonton yang sangat antusias ingin melihat artist favorit mereka. Terdapat 4 stage yaitu Telkomsel Poin stage, Jazz It Your Way stage, BCA stage , dan Mandiri stage. Tidak hanya dar artis lokal, The 36th Jazz Goes To Campus juga berhasil membawa beberapa nama artist internasional seperti Depapepe, dan Kyoto Jazz Massive PA Live (KJM). Begitu memasuki area venue, penonton akan bertemu dengan Telkomsel Poin Stage. Di Stage ini menampilkan 9 performances JGTC seperti Victorian Music, sekawan and Friends, Jazz Blues Funky (JBF) Trio, Acoustic Funk, Bubugiri, Kyoto Jazz Massive, SORE, Barry Likumahuwa Project feat. Bubugiri (tribute to Miles Davis) dan ditutup oleh Andien. Menjadi warna tersendiri dari stage ini adalah project yang ditampilkan oleh BLP bersama bubugiri dengan menampilkan karya-karya dari seorang legenda Jazz Miles Davis. Sehingga penampilan tersebut benar-benar membawa penonton ke era Jazz Rock Miles Davis. Tidak jauh dari Telkomsel Poin Stage , yaitu area Selasar FEUI, penonton akan bertemu Mandiri Stage. Di Stage ini ditampilkan 10 performances, diantaranya adalah Apertunes, RGP, Sounday, D’Cif, Nona Ria, High and Low, Leonardo and His Impeccable Six, Job and Duties,Albony Quartet, dan Monita Tahalea and the Nightingales . Suasana stage yang intim dan dihiasi dengan tata cahaya yang dinamis membuat Mandiri Stage tempat yang tepat untuk penonton yang mencari suasana lebih private di Jazz Goes To Campus ini sambil menikmati musik yang tak kalah indah. Jazz It Your Way Stage adalah Stage yang menampilkan 8 performances, diantaranya Pretty Lotion, Soundscapes, BSO Band Jazz Project, Shadow Puppets, Bag+Beat, Idang Rasjidi feat. Oele Pattiselano, ES:QI:EF, dan ditutup oleh penampilan dari Tulus yang sangat menyedot keramaiaan penonton pada Jazz It Your Way stage. Teriakan dan nyanyian penonton menggambarkan semangat penikmat musik jazz di Jazz Goes To Campus tahun ini. andienBCA Stage adalah stage yang dikatakan sebagai main stage di Jazz Goess To Campus ke-36 ini , hal ini dilihat dari segi size danornamen, dan penampil. BCA Stage adalah Stage yang menampilkan 8 performances, diantaranya casavenue, Komunitas jazz Chics, Hajar Bleh Big Band, Raisa, Kulkul, Depapepe, Dwiki Dharmawan feat. Syaharani dan ditutup oleh Tompi (feat. Andien, Dwiki Dharmawan, dan Barry Likumahuwa) yang disebut tahun ini sebagai Jazz It Your Way Project. Closing Jazz Goes To Campus tahun ini diisi oleh kolaborasi antara 4 performer terakhir di BCA stage ,yaitu Tompi, Andien, Dwiki Dharmawan, dan Barry Likumahuwa yang menyanyikan lagu “Prahara Cinta” dan “Treasure”. Antusiasme penonton semakin malam semakin meningkat dibuktikan dengan area festival yang tidak pernah sepi terutama menjelang penampilan artist. Tidak hanya 4 panggung, The 36th Jazz Goes To Campus Festival juga menghadirkan Jazz Museum yang akan menceritakan perjalanan panjang sejarah musik jazz, jazz di Indonesia, dan tentunya sejarah Jazz Goes To Campus itu sendiri. Lokasi dari Jazz Museum berada diantara Mandiri Stage dan Jazz It Your Way Stage penonton dapat menemui satu spot yang dapat dimasuki dengan gratis serta sebagai sarana edukasi bagi penonton khususnya penikmat jazz. Pada tahun ini pun, JGTC Choice Awards kembali memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi para insan Jazz yang terpilih kedalam beberapa kategori, diantaranya New comer Artist dimenangkan oleh Hemiola Quartet, Most Dedicated oleh Yance Manusama, Young Talent oleh Samuel Song, Album Choiceoleh simak dialog dan Lifetime Achievement oleh Idang Rasjidi .Proses penilaian dalam JGTC Choice Awards pun tak perlu diragukan lagi karena komite juri digawangi oleh tokoh-tokoh Jazz terkemuka, seperti Agus Basuni, Frans Sartono, Otti Jamalus, dan Chico Hindarto. Dan tak lupa tahun ini terdapat satu kategori yang penilaiannya diserahkan kepada public melalui sistem voting, yaitu People’s Choice Awards yang dimenangkan oleh Tompi. Untuk penganugerahan JGTC Choice Awards pada tahun ini telah diberikan live on BCA stage saat festival. tompi Jazz It Your Way berhasil mewadahi semangat seluruh stakeholders dari segala kalangan dan seluruh penikmat jazz yang memiliki berbagai interpretasi, ekspresi, dan inspirasi musik jazz itu sendiri. Semoga perjalanan panjang Jazz Goes To Campus selama ini dapat memberikan kontribusi berarti atas perkembangan dunia jazz di Indonesia, dan yang jelas tidak akan berhenti sampai di sini. Semoga nama harum Jazz Goes To Campus tetap ada sampai kapan pun demi kekalnya dunia jazz Indonesia. Long live Jazz Goes To Campus!

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie