Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Nelson Mandela dan Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Nelson Mandela dan Indonesia
Nelson Mandela dan Indonesia
Dunia berduka. Sang pendekar kesetaraan, pejuang perdamaian, inspirator dunia, dan pengubah sejarah Afrika Selatan,  Nelson Mandela meninggal dunia di usia 95 tahun. Ketika Michael Jackson meninggal beberapa tahun lalu, saya berpikir, hanya 'tinggal' Nelson Mandela-lah orang yang nantinya kepergiannya akan diratapi penjuru dunia. Dan terjadi hari ini. Hubungan Afsel dan Indonesia adalah sebuah hubungan persabatan murni, yang dibangun atas rasa saling percaya, saling membantu, dan saling mendukung. Ketika Nelson Mandela baru saja dilantik menjadi presiden Afsel, beliau berkiling dunia, termasuk ke negara-negara Asia Tenggara, dan mendapatkan bantuan uang tunai $1o juta dari pemerintah Indonesia, sebagai awal untuk membangun pemerintahaan. Konon, Indonesialah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang membantu dengan tanpa pamrih. Wallahua'lam. Nelson Mandela juga mengungkapkan dalam bukunya, bahwa inspirator perjuangannya adalah Syekh Yusuf Al Makassary, seorang pejuang dari Makassar yang dibuang oleh penjajah Belanda ke Cape Town, Afsel beratus tahun lalu. Di Cape Town sendiri kini ada kota bernama Macassar, yang tentu saja terkait dengan kampung halaman Syekh Yusuf. Banyak orang-orang keturunan Indonesia yang bermukim dan menetap di Afsel, dan mereka adalah orang-orang yang turut membantu perjuangan bangsa Afsel melawan rejim Apartheid. Keistimewaan lain dari Indonesia dan Nelson Mandela terpancar dari busana yang selalu dikenakannya yaitu, batik. Mantan Presiden Afrika Selatan ini di tahun 1997 sempat membuat mendiang Presiden RI Suharto terhenyak ketika menerima Mandela dalam kunjungan kenegaraan. Saat itu Mandela mengenakan kemeja batik, sementara tuan rumah Pak Harto berbalut setelan jas lengkap. Kecintaan Nelson Mandela terhadap batik rupanya juga terlihat saat menghadiri acara-acara resmi seperti peluncuran asosiasi mantan pemimpin dunia, The Elders Juli tahun 2007 lalu. Di kesempatan ini, lagi-lagi pria kelahiran Mvezo, Afrika Selatan, 18 Juli 1918 ini dengan bangga mengenakan kemeja batik Indonesia. Acara tersebut diadakan bertepatan dengan ulangtahun ke-89 tokoh veteran perjuangan anti-apartheid ini. Dan Nelson Mandela dielu-elukan apalagi dengan mengenakan batik yang membuat sosoknya terlihat bersahaja. Perkenalan Mandela pertama kali dengan batik Indonesia terjadi pada 1990 beberapa bulan setelah dia keluar dari penjara di Pulau Roben. Sebagai presiden Kongres Afrika Selatan, Mandela atau yang akrab dipanggil Madiba, mengadakan perjalanan pertama ke Asia, termasuk ke Indonesia.  Mandela langsung jatuh cinta ketika menerima cenderamata batik. Sebagian besar kemeja batik yang dikenakan Mandela merupakan rancangan mendiang Iwan Tirta. Maestro batik Indonesia yang dikenal dengan rancangannya melalui motif parang besar. Sejak itu, sering sekali sang bapak bangsa Afsel itu mengenakan batik dalam acara-acara resmi, seperti bertemu dengan Ratu Elizabeth II, Bill Clinton, Bush, dan acara-acara resmi kenegaraan lain, termasuk ketika berpidato di Sidang Umum PBB. Di dalam artikel di tabloid Mirror yang terbit di Inggris, kemeja batik dari Indonesia ini ditulis panjang lebar.  Selamat jalan, Nelson Mandela. Selamat jalan, Sahabat Indonesia.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata