Lupa Sandi?

Aroma kebangkitan

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Aroma kebangkitan
Aroma kebangkitan
Industri pesawat terbang Indonesia perlahan mulai bangkit. Kebangkitan itu dimulai dengan makin kuat dan percaya dirinya PT Dirgantara Indonesia sebagai sebuah perusahaan yang dituntut untuk terus menghasilkan profit, sekaligus memperkuat reputasi Indonesia sebagai salah satu negara pembuat kapal terbang  di dunia. Dan yang lebih menguatkan aroma kebangkitan tersebut adalah "R-80", sebuah pesawat berkapasitas 80 penumpang buatan anak negeri yang akan mulai dibangun tahun depan oleh maestro industri aviasi Indonesia. BJ Habibie, tokoh pemegang 46 paten teknologi penerbangan dunia, menyatakan bahwa R-80 akan dibuat lebih canggih dari N250, pesawat yang resmi mengudara pada 1995. R-80 akan mulai dikerjakan tahun 2015, dan prosesnya hingga bisa terbang akan memakan waktu setidaknya 2 tahun.
Purwarupa R-80 (photo : Okezone.com)

  Pesawat R-80 yang berlambang "R" yang merupakan "Regional" dan 80 yang menyimbolkan kapasitas penumpangnya, akan menjadi pesawat yang memiliki efisiensi lebih dari dua kali lipat dan lebih cepat dibandingkan dengan Airbus dan Boeing. BJ Habibie menuturkan bahwa rahasia efisiensi pesawat yang akan diproduksi PT Dirgantara Indonesia ini berada pada baling-baling yang dimilikinya. "Kenapa pakai baling-baling? Karena ini yang menentukan angin yang dingin, dan angin yang panas ada di belakang sini. Kenapa? Akan terjadi campuran angin dingin dan panas. Artinya apa, suhu tersebut akan menyebabkan ekspansi yang cukup besar. Jadi saya punya kecepatan yang lebih tinggi," kata Habibie. Proses tersebut kemudian, yang menyebabkan R-80 memiliki efisiensi yang cukup tinggi. Bahkan menurut Habibie, efisiensi dari pesawat tersebut dapat mencapai 30 persen. "Saya mau sampaikan bawa Airbus atau Boeing punya bay pass 12. Inibay pass resource 40. Jadi pasar pesawat terbang ini sasarannya 30 persen lebih efisien. Selain itu kecepatannya lebih cepat sedikit," kata Habibie menyudahi penjelasannya. Bagaimanapun, saya tentu sangat ingin bahwa suatu saat maskapai-maskapai penerbangan Indonesia akan memilih memakai pesawat produksi dalam negeri. Dan saya bermimpi, pesawat-pesawat buatan bangsa ini akan mengudara menjelajahi langit dunia. Mungkinkah? Entahlah...bola ada di tangan kita.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

Artikel Terkait

Membuka Langit Nusantara

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Saatnya makin mendunia

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Expanding south

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara