Lupa Sandi?
/ Tren

Naiknya Peringkat Timnas Garuda di FIFA dan Suatu Keoptimisan

Reno Islami Putra
Reno Islami Putra
0 Komentar
Naiknya Peringkat Timnas Garuda di FIFA  dan Suatu Keoptimisan

Berbicara tentang sepakbola memang tidak akan pernah lepas dari si kulit bundar yang jadi perhatian banyak orang. Fanatisme suporter Indonesia itu sudah diakui dunia sebagai salah satu yang terfanatik. Dari sebuah pertandingan saja bisa menyedot ribuan orang yan datang ke stadion. Belum lagi jutaan pasang mata yang menonton live dilayar TV. Pengharapan besar tentu diutarakan terhadap Timnas Indonesia dikancah dunia.

IDN

Asosiasi sepakola tertinggi dunia (FIFA) baru-baru ini mengeluarkan peringkat terbarunya untuk bulan Maret. Tentu saja yang menjadi perhatian utama selain di 10 besar adalah posisi Indonesia. Sebagai anak bangsa yang haus akan angin segar akan persepakbolaan tanah air tentu sangat wajar.

Seperti dirilis dalam situs resmi FIFA terbaru untuk urutan 10 besarnya masih ditempati tim – tim besar dunia. Juara piala Dunia 2014 tim panser Jerman berada dipuncak dengan perolehan skor 1770 poin. Kemudian dibuntuti oleh Argentina dengan raihan 1577 poin, sedangkan diposisi ketiga ada negara dari kawasan Amerika Latin Kolombia dengan 1499 angka. Terus kebawah diikuti secara berurutan ditempati oleh Belgia, Belanda, Brazil, Portugal, Prancis, Uruguay, Italia.

Tentu saja yang paling mengejutkan adalah Timnas Spanyol harus keluar dari seupuh besar. Pasalnya tim matador itu hanya memperoleh 1130 poin yang membuat mereka turun satu peringkat. Mantan timnas David Beckham Inggris pun harus rela turun 2 peringkat ke posisi 17 dengan poin perolehan hanya 1031.

Lalu bagaimana dengan Timnas Garuda? Meski tak melakukan laga uji coba sejak awal 2015 sebelum akhirnya takluk dengan kamerun 1 – 0 dan baru saja dalam Friendly Match kemarin menang tipis 2 - 1 melawan Timas Myanmar. Ternyata timnas senior ini mampu naik 2 peringkat terlebih dahulu ke posisi 156 dengan perolehan 129 poin.

Walau mengalami peningkatan, hal tersebut belum mampu memperbaiki posisi Timnas Indonesia di Level Asia Tenggara. Tim kesebelasan Garuda masih dibawah Filipina, Vietnam, Thailand, Myanmar, Singapura dan Malaysia.

Kita adalah bangsa yang besar dengan potensi sumber daya manusia yang banyak. Tidaklah sulit mencari sekolah Sepak bola (SSB) di negeri ini mulai dari yang levelnya Internasional hingga level kecamatan mudah ditemui baik diperkotaan hingga ke pelosok.

Keuntungan terbesar kita adalah People dan Nationalism. Kita punya potensi anak bangsa yang besar yang tentu saja punya skill yang mumpuni. Contohnya saja skill individu Tristan Alif Noufal yang dulu sempat heboh dijuluki sebagai Lionel Mesinya Indonesia. Kini sang bocah ajaib itu dipinang oleh sekolah sepak bola kenamaan dunia Ajax Amsterdam.

Soal nasionalisme bangsa Indonesia itu sangat mudah berkobar, inilah untungnya kita jadi bangsa Indonesia dimana harga diri bangsa itu dianggap sakral. Semangat positif yang berkumandang tentu saja akan membakar semangat siapapun yang membela bangsa ini dalam event Internasional.

regenerasi

Memang soal hasil kita belum bisa berbicara banyak, tapi tentu kita patut berbangga karena angin segar terus merasuk bangsa kita. Regenerasi Timnas sudah menunjukan hal yang positif dimana tim junior sebut saja Timnas U23 sudah menunjukan performa yang luar biasa.

Tentu dengan pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang kompetitif tentu bisa memunculkan The new rising star seperti halnya Ivan Dimas dan kawan – kawan saat sempat dulu heboh dalam skuad Timnas U-19 beberapa waktu lalu.

Itulah yang kita sebut sebuah proses, dengan kerja keras dan keyakinan yang kuat dengan berkelanjutan tentu bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kitapun bisa punya skuad Timnas yang mumpuni dan mampu bermain di World Cup.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RENO ISLAMI PUTRA

Think positively is my life ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata