“Hompimpa Alaihum Gambreng”, masih ingat dengan kalimat satu ini ?. Tentu kalimat ini menjadi suatu hal yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup kita, masa kecil yang bahagia, berkumpul dengan teman-teman sekampung dan bermainlah permainan seru Hompimpa ini. Permainan yang setidaknya diikuti minimal oleh 3 orang ini, merupakan permainan untuk mementukan “siapa menang dan kalah”. Ketika mengucapkan kata terakhir “gambreng”, masing-masing peserta diminta untuk memperlihatkan salah satu telapak tangan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke bawah atau ke atas. Dan Pemenang adalah peserta yang memperlihatkan telapak tangan yang berbeda dari para peserta lainnya. Namun dibalik keseruan permainan Hompimpa ini sebenarnya ada beberapa makna yang terkandung, pertama permainan ini mencerminkan sikap bermusyawarah yang tinggi, melatih sikap menerima terhadap kesepakatan, sehingga menumbuhkan sikap kebersamaan antar individu. Selain itu menurut menurut Zaini Alif (Peneliti permainan tradisional) menyebutkan bahwa kata Hom, Om, Hum, Hu, Huwa berarti Tuhan. Hom Pim Pah Alaihom, mempunyai arti “Dari Tuhan kembali ke Tuhan”. Dari makna ini sejatinya kita diajarkan bahwa segala hal apapun yang kita dapatkan haruslah kita sadari sebagai nikmat dari Tuhan dan semuanya harus kita kembalikan lagi kepada Tuhan dengan memanfaatkannya di jalan kebaikan sebagai wujud kesyukuran kita terhadap nikmat-Nya. Seperti permainan Hompimpa tadi, tanpa kita sadari ternyata banyak “Permainan Rakyat” yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan, sayang hari ini sudah sangat jarang kita melihat "generasi anak" memainkannya. Ini tentu menjadi tantangan bagi kita untuk sama-sama menghidupkan kembali permainan rakyat di era modern seperti sekarang ini.  

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu