Lupa Sandi?

Hompimpa, Permainan Rakyat yang Sarat Nilai

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Hompimpa, Permainan Rakyat yang Sarat Nilai
“Hompimpa Alaihum Gambreng”, masih ingat dengan kalimat satu ini ?. Tentu kalimat ini menjadi suatu hal yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup kita, masa kecil yang bahagia, berkumpul dengan teman-teman sekampung dan bermainlah permainan seru Hompimpa ini. Permainan yang setidaknya diikuti minimal oleh 3 orang ini, merupakan permainan untuk mementukan “siapa menang dan kalah”. Ketika mengucapkan kata terakhir “gambreng”, masing-masing peserta diminta untuk memperlihatkan salah satu telapak tangan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke bawah atau ke atas. Dan Pemenang adalah peserta yang memperlihatkan telapak tangan yang berbeda dari para peserta lainnya. Namun dibalik keseruan permainan Hompimpa ini sebenarnya ada beberapa makna yang terkandung, pertama permainan ini mencerminkan sikap bermusyawarah yang tinggi, melatih sikap menerima terhadap kesepakatan, sehingga menumbuhkan sikap kebersamaan antar individu. Selain itu menurut menurut Zaini Alif (Peneliti permainan tradisional) menyebutkan bahwa kata Hom, Om, Hum, Hu, Huwa berarti Tuhan. Hom Pim Pah Alaihom, mempunyai arti “Dari Tuhan kembali ke Tuhan”. Dari makna ini sejatinya kita diajarkan bahwa segala hal apapun yang kita dapatkan haruslah kita sadari sebagai nikmat dari Tuhan dan semuanya harus kita kembalikan lagi kepada Tuhan dengan memanfaatkannya di jalan kebaikan sebagai wujud kesyukuran kita terhadap nikmat-Nya. Seperti permainan Hompimpa tadi, tanpa kita sadari ternyata banyak “Permainan Rakyat” yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan, sayang hari ini sudah sangat jarang kita melihat "generasi anak" memainkannya. Ini tentu menjadi tantangan bagi kita untuk sama-sama menghidupkan kembali permainan rakyat di era modern seperti sekarang ini.  
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih100%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah7 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie