Anak-anak Belajar Bahasa Indonesia di New York, Amerika Serikat

Anak-anak Belajar Bahasa Indonesia di New York, Amerika Serikat

Anak-anak Belajar Bahasa Indonesia di New York, Amerika Serikat

Kelas Bahasa Indonesia untuk anak-anak Indonesia atau keturunan Indonesia dibuka di Kota New York, Amerika Serikat. Kelas yang dinamai “AKAR” ini diadakan selama satu jam setiap hari Sabtu di Masjid Al Hikmah di daerah Queens. Kegiatan ini dimotori oleh Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat Chapter Kota New York (PERMIAS NYC) secara sukarela sejak November tahun 2014. Ide mengadakan kelas Bahasa Indonesia terlahir pada perayaan 17 Agustusan di New York tahun 2014. Beberapa anggota PERMIAS NYC sadar ketika itu bahwa adik-adik kita di New York banyak yang sudah merasa asing dengan bahasa dan budaya leluhurnya. Tidak sedikit yang sudah tidak tahu apa itu Monas, atau mengira hari kemerdekaan Indonesia adalah 4 Juli, yang sebetulnya adalah hari kemerdekaan Amerika Serikat. Ditambah lagi, hampir semua dari mereka berbicara dalam bahasa Inggris sehari harinya, baik dengan teman maupun orang tua mereka. Kelas AKAR diharapkan menjadi wadah bagi mereka untuk kembali belajar Bahasa Indonesia serta budaya Indonesia.
Suasana belajar yang ceria dalam salah satu kelas AKAR Suasana belajar yang ceria dalam salah satu kelas AKAR (foto: Tim Dokumentasi Perimas NYC)

Program AKAR ini sangat unik, karena biasanya program belajar Bahasa Indonesia ditujukan antara kepada anak-anak Indonesia yang berbahasa Indonesia di rumah atau orang asing yang tidak berbahasa Indonesia. Hampir tidak ada program yang ditujukan khusus untuk anak-anak Indonesia yang tidak berbahasa Indonesia. Pada awalnya, kelas AKAR mengikuti kurikulum yang didesain oleh tim PERMIAS NYC. Kabar baiknya, sejak bulan Maret 2015, tim PERMIAS NYC berhasil mendapatkan buku belajar Bahasa Indonesia untuk orang asing yang cukup banyak membantu dalam menyusun materi kelas.
Buku-buku untuk Belajar Bahasa Indonesia di Kelas AKAR Buku-buku untuk Belajar Bahasa Indonesia di Kelas AKAR. (foto: Annisaa Hamaki)

Usaha PERMIAS NYC cukup membuahkan hasil. Fase pertama AKAR diakhiri dengan perayaan berjudul Malam AKAR, dimana murid-murid yang tiga bulan sebelumnya hampir tidak bisa berbahasa Indonesia berhasil mementaskan drama dan lagu-lagu sepenuhnya dalam Bahasa Indonesia. Kesuksesan ini juga terbukti dari jumlah peminat yang mengikuti AKAR yang terus bertambah dari 25 orang ke 36 orang, meskipun pendaftar mencapai lebih dari 40 orang namun terbatas dengan jumlah tim pengajar.
Pementasan pada Malam Akar (foto: Billy Prasetyo) Pementasan pada Malam Akar (foto: Billy Prasetyo)

Semua aktivitas AKAR dijalankan secara sukarela. Pendanaan kelas terbagi antara kas PERMIAS NYC dan uang saku anggota PERMIAS NYC yang aktif dalam AKAR. Siswa pun tidak dikenai biaya apapun. Syukurnya, PERMIAS NYC banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti buku-buku dan alat belajar dari Atase Pendidikan Republik Indonesia di Washington, serta sumbangan dana bulanan dan buku-buku dari salah seorang masyarakat Indonesia di Kota New York. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: PERMIAS New York City (NYC) Andhini Febrina di +1 (917) 657-8776 atau [email protected] http://www.permiasnewyorkcity.org/ https://www.facebook.com/permiasnyc

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pahlawan dari Morotai; pulau terluar Indonesia di Samudera Pasifik Sebelummnya

Pahlawan dari Morotai; pulau terluar Indonesia di Samudera Pasifik

Benteng  Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo Selanjutnya

Benteng Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.