Pabrik Kapal Militer Di Banyuwangi Ini Siap Kembangkan Tank Laut

Pabrik Kapal Militer Di Banyuwangi Ini Siap Kembangkan Tank Laut

Pabrik Kapal Militer Di Banyuwangi Ini Siap Kembangkan Tank Laut

PT Lundin Industry Invest, pabrik kapal militer yang bermarkas di Banyuwangi Jawa Timur, sedang mengembangkan konsep kapal militer terbaru. Setelah menciptakan kapal perang siluman yakni Kapal Cepat Rudal Trimaran, atau KRI Klewang, Lundin kembali menggagas ide membangun kombinasi boat atau kapal, dengan tank berat atau heavy tank. Kapal in diberi nama tank boat atau mirip dengan konsep tank laut. Kombinasi ini diklaim pertama kali dibuat dan belum ada di pasar senjata dunia. "Kita melihat ini dapat dipakai untuk operasi di laut dan sungai. Heavy tank memiliki kendala untuk operasi di pendalaman dan juga daerah kepulauan. Maka kita kembangkan kombinasi boat dan tank guna mendukung pendaratan amfibi namun dilengkapi senjata berat," kata Presiden Direktur PT Lundin, John Lundin, di sela acara Armored Vehicle Asia (AVA) Conference 2015 . Untuk bahan baku, kapal bernama X18 Tank Boat akan memakai material komposit. Material ini dinilai lebih kuat 10 kali dari baja namun juga 10 kali lebih ringan dari baja. John menjamin komposit material untuk Tank Boat tahan api. Ia memastikan tidak akan terulang kembali musibah serupa yang menimpa KRI Klewang karena memakai bahan serupa. "Persoalan sudah diselesaikan. Material komposit memang memiliki masalah soal daya tahan terhadap api. Ini masalah di dunia. Sekarang teknlogi material komposit sudah dipakai di kereta dan pesawat. Teknologi terbaru dari material komposit 100% tahan api," jelasnya. John bercerita, kombinasi tank berat dan boat ini pernah dibuat oleh Rusia saat perang dunia ke-2 serta saat perang Vietnam oleh Amerika Serikat. Meski dikembangkan, produk boat tank belum berhasil untuk diproduksi, karena kendala teknologi. Kini, material komposit membantu menyelesaikan persoalan beban. "Saat ini, turret dari bahan alumunium. Menembak dari laut, butuh kestabilan tinggi. Dulu ini nggak bisa. Ini produk ringan, karena pakai komposit. Yang mungkin 5-15 tahun lalu, masih susah dibuat," jelasnya. PT Lundin berancana menggandeng PT Pindad (Persero) untuk mengembangkan tank laut ini. Sementara untuk pembuatan turet dengan kaliber 105 MM, Lundi menggandeng CMI Defence, sedangkan Bofors asal Swedia digandeng untuk pengembangan sistem senjata. "TNI sangat berkesan. Cuma 5-10 tahun lalu, produk seperti ini memang belum ada. Ya jadi, ini belum masuk rencana mereka. Kita yang kerja keras untuk kembangkan," jelasnya. Saat beroperasi, X18 Tank Boat mampu membawa 4 kru dan 20 personil. Di atas air, kapal buatan Banyuwangi ini, mampu melaju dengan kecepatan maksimal 40 knots. Kapal ini memiliki panjang 18 meter dengan lebar 6,6 meter. HarianTerbit.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

12 Bentuk Ketupat Asli Indonesia. Yuk, Buat Sebelummnya

12 Bentuk Ketupat Asli Indonesia. Yuk, Buat

Goride Instan, Bentuk Inovasi dan Tanggung Jawab Gojek Lewat Fitur Terbarunya Selanjutnya

Goride Instan, Bentuk Inovasi dan Tanggung Jawab Gojek Lewat Fitur Terbarunya

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.