Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Wisata Danau Biru Banjarmasin

khair udin
khair udin
0 Komentar
Wisata Danau Biru Banjarmasin
Wisata Danau Biru Banjarmasin

Danau biru begitu lah orang menyebut nya,Banyak perorangan atau komunitas travelling di Kalsel ramai memperbincangkan danau ini di dunia maya. Letaknya di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Pesonanya memang asyik untuk dinikmati. Air danaunya yang biru jernih dan bersih, menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal.

Selama ini, air di Kalsel lebih berwarna coklat dan keruh. Namun air danau ini malah berbeda warnanya.

Danau ini tercipta tidak secara alami, namun bekas galian atau tambang pasir yang sudah tidak dipakai lagi. Kemudian, airnya terisi secara alami, dikelilingi hutan yang masih alami dan malah menciptakan panorama alam yang menawan. Selama ini, tempat wisata ini dikelola secara pribadi oleh warga setempat.

Baca Juga

Luasnya tak seberapa, namun uniknya di dasarnya ada pasir putih membuat warna airnya jadi biru jernih. Bahkan, warna airnya seperti terbagi dua, yaitu biru muda di pinggirnya yang tak begitu dalam dan biru tua jernih di bagian tengahnya yang lebih dalam.

Suasananya sangat tenang. Di sekelilingnya ada hutan. Di sini pengunjung bisa berenang dengan aman karena kedalamannya hanya berkisar 1-4 meter.

Apalagi jika cuaca cerah, tentu akan tambah asyik bersantai di sini. Di sekitar sini tak banyak penjual makanan. Hanya ada penjual pentol bakso serta kudapan ringan dan minuman seperti air mineral dengan kisaran harga jual di bawah Rp 10.000.

Memasuki area ini, Anda cukup membayar parkir Rp 3.000 jika menggunakan sepeda motor dan sukarela jika Anda bermobil. Pengunjung kemari biasanya anak-anak muda atau pasangan muda. Selain bersantai menikmati makanan dan minuman, mereka juga berfoto-foto selfie.

Menuju ke sana cukup jauh karena letaknya di pedalaman Kalsel. Namun bagi Anda penyuka petualangan di alam liar, cocok melepas penat di sini.

Menuju ke tempat ini, Anda bakal disuguhi pemandangan alam liar dan pedesaan khas Kalimantan Selatan. Di sepanjang perjalanan, Anda akan melihat pedesaan dan hamparan sawah yang hijau serta kehidupan tradisional warga pedesaan. Ada yang sedang bertani, memancing, anak-anak yang bebas bermain di alam, dan sebagainya.

Rutenya, dari pusat Kota Banjarmasin lewat Jalan A Yani menuju ke daerah Gambut di kilometer 14. Di sini ada pasar Kindai Limpuar dan perempatan, lantas belok kanan tepat di sebelah pasar, masuk ke Jalan Irigasi. Dari mulut jalan ini, lurus saja menuju perempatan Jalan Gubernur Soebarjo. Jarak perjalanannya sekitar enam kilometer, lalu setelah perempatan menyeberang jalan. Kira-kira 200 meter ada belokan pertama sebelah kiri. Masuk saja ke situ.

Setelah itu, lurus saja hingga bertemu jalan kecil masuk ke Desa Tambak Padi. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari belokan di Jalan Gubernur Soebarjo tadi. Tak perlu khawatir soal jalannya, karena sudah diaspal.

Setelah bertemu belokan menuju Desa Tambak Padi, Anda akan menemukan papan kecil bertulisan Danau Biru dan tanda panah masuk ke dalam. Jalannya setapak dan berbatu serta banyak lubangnya.

Dari sini, suasana mulai sepi. Jarang ada rumah warga. Anda bakal disuguhi pemandangan hutan liar khas Kalimantan yang penuh rawa dan tanaman liar khas Kalimantan seperti jenis paku-pakuan, karamunting, ilalang, dan sebagainya. Sesekali Anda akan bertemu komplek kuburan. Namun tenang saja, menurut warga setempat di sini aman dari binatang berbahaya dan tidak angker.

Setelah menempuh perjalanan sekitar empat kilometer, Anda akan menemukan SDN Tambak Padi 2. Di samping sekolah ini ada jalan belok kiri dan pelang bertulisan Danau Biru dengan tanda panah masuk ke dalam.

Dari situ, masih disuguhi nuansa alam liar khas Kalimantan, namun jalannya berpasir halus dan licin. Anda harus berhati-hati dan memperlambat laju kendaraan Anda saat di sini karena jika tidak ban kendaraan Anda bisa selip atau tergelincir. Apalagi jika jalan dalam kondisi becek. Jangan lupa siapkan pula masker karena jika sedang terik, jalanan ini berdebu dan sering dilalui truk pengangkut pasir.

Perjalanan di sini sekitar satu kilometer, Anda kemudian akan menemukan pertigaan. Ada papan pelang lagi bertulisan Danau Biru dengan anak panah belok kiri. Dari situ, sekitar setengah kilometer kemudian Anda akan menemukan lokasi Danau Biru yang dimaksud.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG KHAIR UDIN

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas