Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Mengenal Rumah Honai Suku Dani di Papua

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Mengenal Rumah Honai Suku Dani di Papua
Mengenal Rumah Honai Suku Dani di Papua
Bentuknya bundar, atapnya jerami, dan pintunya mungil sekali. Inilah Honai, rumah adat suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Selain jadi tempat tinggal, Honai juga memiliki banyak kegunaan. Rumah adat Honai biasanya dibangun berkelompok membentuk komplek dan banyak ditemui disekitar lembah baliem, tempat dimana banyak suku Dani tinggal. Di dalamnya, sekitar 5-6 bangunan berderet rapi di lereng tebing tinggi. Rumah Honai Ukurannya tergolong mungil, bentuknya bundar, berdinding kayu dan beratap jerami. Namun, dikomplek ini tidak semuanya berupa rumah Honai. Beberapa rumah adalah rumah berbentuk persegi yang bernama Ebe'ai. Perbedaan antara Honai dengan Ebe'ai terletak pada jenis kelamin penghuninya. Honai dihuni oleh laki-laki, sedangkan Ebe'ai dihuni oleh perempuan. Komplek Honai ini tersebar hampir di seluruh pelosok Lembah Baliem. Rumah bundar ini ukurannya relatif kecil untuk orang dewasa. Jarak dari permukaan rumah sampai langit-langit hanya sekitar 1 meter. Di dalamnya hanya ada 1 perapian yang terletak persis di tengah. Tak ada perabotan apapun di dalamnya selain jerami. Saluran ventilasi rumah honai berasal dari atap jerami dan dinding kayu yang membawa hawa sejuk ke dalam Honai. Jika suhu terlalu dingin, barulah perapian dinyalakan. Meski agak berbahaya namun perapian ini tetap dinyalakan dari dalam Honai. Asap hasil pembakaran pun tidak memiliki cerobong layaknya rumah modern sehingga asapnya bercampur menjadi satu di dalam. Agar tidak keracunan asap maka pintu Honai akan dibuka. Honai tidak hanya digunakan untuk tempat tinggal namun juga ada yang menggunakannya untuk menyimpan umbi-umbian dan hasil ladang, ada pula yang digunakan khusus untuk pengasapan jasad tokoh suku Dani sebagai proses pemumian. Fungsi yang disebut terakhir itu bisa ditemukan di Desa Kerulu dan Desa Aikima. Dua desa pemumian paling terkenal di Lembah Baliem. detik.com

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang42%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara