Penemuan Cicak Spesies Baru di Lampung

Penemuan Cicak Spesies Baru di Lampung

Penemuan Cicak Spesies Baru di Lampung

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Penemuan spesies baru di Indonesia kembali terjadi, kali ini peneliti Ahli reptilia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Awal Riyanto menemukan cicak batu berpupil bulat di Lampung. Awal bersama tim peneliti memberi nama cicak batu spesies baru ini dengan nama Cnemaspis rajabasa, sesuai nama gunung tempat cicak itu ditemukan. Cicak batu berpupil bulat itu aktif pada malam hari. Berdasarkan penelitian Awal, bersama dengan peneliti bidang herpetologi dari Universitas Indonesia, Thasun Amarasinghe, Michael Harvey dari Broward College, dan Eric Smith dari Universitas Texas, cicak ini hidup di bebatuan granit.
Cnemaspis Rajabasa Cnemaspis Rajabasa (Foto: Eric N. Smith)

Ciri-ciri yang membedakan Cnemaspis rajabasa dari keluarga Cnemaspis lainnya adalah ukuran tubuh dewasanya mencapai 58,7 milimeter, sisik labial atas 13 atau 14, sisik labial bawah 11 atau 12, sisik perut berbentuk tricarinate, mempunyai lubang atau pori precloacal, punggung dengan jinjot tubercular yang tersebar secara acak, tubercular mengelilingi ekor, sisik bagian bawah pada ekor kasar (keeled) dan dibagian tengah tanpa barisan sisik yang membesar, di setiap sisi mempunyai dua benjolan tubercular pada postcloacal dan ekor mempunyai pola belang gelap-terang. Sebagaimana di kutip dari CNN Indonesia Awal mengatakan, amat sedikit spesies Cnemaspis yang ditemukan di Indonesia. Kebanyakan cicak dari marga ini ditemukan di Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia, dan Singapura, serta pulau-pulau kecil di sekitar Semenanjung Malaysia. “Oleh karena itu temuan Cnemaspis rajabasa ini sangat penting dan berarti,” kata Awal. Temuan itu, imbuh Awal, menambah pengetahuan tentang distribusi Cnemaspis ke arah barat dan selatan. Selain itu, masih perlu diteliti apakah cicak ini juga mencapai utara Pulau Sumatera atau bahkan menyeberang ke Pulau Jawa. Spesimen Cnemaspis rajabasa sendiri sebetulnya sudah dikoleksi sejak Juni 1996. Namun hasil penelitian ini baru diterbitkan di jurnal Herpetologica, baru-baru ini.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih25%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau75%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Rumah Adat Indonesia. Di Jantung Eropa Sebelummnya

Rumah Adat Indonesia. Di Jantung Eropa

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi Selanjutnya

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.