Perpustakaan Kayu Terbesar ketiga di Dunia ada di Indonesia

Perpustakaan Kayu Terbesar ketiga di Dunia ada di Indonesia

Perpustakaan Kayu Terbesar ketiga di Dunia ada di Indonesia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Perpustakaan Kayu, mungkin dalam benak kita adalah perpustakaan dengan buku-buku tentang kayu. Namun sebenarnya perpustakaan kayu adalah perpustakaan yang mengumpulkan segala hal tentang kayu. Koleksi-koleksinya bukan hanya buku namun lebih mengutamakan tentang spesimen kayu. Spesimen kayu yang dikumpulkan juga berasal dari seluruh dunia dan tentu saja dari Indonesia yang menjadi paru-paru dunia melalui hutan tropisnya. Menariknya menurut catatan publikasi ilmiah telah teridentifikasi lebih dari 4.000 jenis pohon kayu yang terdapat di Asia Tenggara, dengan sebagian besar jenis-jenis tersebut tumbuh di Indonesia. Namun ternyata baru sekitar 75% atau 3.001 jenis saja yang sampel kayunya baru berhasil di koleksi hingga saat ini. Xylarium Bogoriense atau perpustakaan kayu yang berlokasi di Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan (Pustekolah) Bogor tersebut telah mengumpulkan contoh kayu sebanyak 40.858 spesimen dari 591 marga (genus) dari 94 suku (family). hutan tropis Seperti dikutip dari Republika, Andianto seorang peneliti anatomi mengatakan bahwa Xylarium Bogoriense bermanfaat untuk edukasi, pendidikan, dan wisata sejarah tanaman pohon di Indonesia. Perpustakaan kayu ini difungsikan untuk empat hal diantaranya perpustakaan kayu yang berlokasi di Jalan Gunung Batu, Bogor ini. Pertama, sarana penunjang penelitian ciri anatomi dan taksonomi tumbuhan berkayu. Kedua, bahan rujukan dan identifikasi contoh kayu tak dikenal. Ketiga, sumber informasi nama lokal dan nama ilmiah kayu. Keempat, sumber informasi keanekaragaman jenis kayu di wilayah tertentu. Kelima, sumber informasi wilayah persebaran jenis-jenis kayu tertentu. Perpustakaan yang didirikan oleh kolonial Belanda sejak tahun 1914 tersebut nyatanya adalah perpustakaan kayu dengan koleksi spesimen terbesar ketiga di Dunia. Upaya identifikasi kayu merupakan tahapan yang sangat penting. Sebab proses ini dapat digunakan untuk mengetahui jenis-jenis kayu yang diperdagangkan, peruntukannya, serta menentukan nilai kayu tersebut. Identifikasi kayu tak jarang dibutuhkan aparat kepolisian, kejaksaan, dan bea cukai untuk memastikan spesies kayu dilindungi yang dilarang diperjualbelikan, serta diselundupkan.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Liku-liku Asian Games 1962 Sebelummnya

Liku-liku Asian Games 1962

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.