Tikus Spesies Baru Ditemukan di Sulawesi

Tikus Spesies Baru Ditemukan di Sulawesi

Tikus Spesies Baru Ditemukan di Sulawesi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Spesies yang diberi nama Hyorhinomys stuempkei atau 'tikus hidung babi' itu memiliki “bentuk wajah yang berbeda jika dibandingkan tikus lainnya,” demikian keterangan para peneliti. Lima ekor hewan pengerat ini ditemukan pertama kali di Sulawesi, Januari lalu, oleh peneliti dari Australia, Indonesia dan Amerika Serikat. Kurator mamalia Museum Victoria, Kevin Rowe, mengungkapkan, spesies pengerat ini belum pernah terdokumentasi secara formal. “Kami dalam misi mendata hewan di gunung-gunung terpencil di Sulawesi dengan konteks untuk mengetahui bagaimana evolusi terjadi di Asia dan Australia,” ujar Rowe.
Tikus hidung Babi Tikus hidung Babi, Hyorhinomys stuempkei (Foto: BBC.com)

“Sejauh ini belum ada yang diketahui tentang tikus ini dan bagaimana penyebarannya di hutan.” Bersama peneliti lain dan penduduk setempat, Rowe, yang merupakan spesialis bidang evolusi hewan pengerat, memerlukan waktu lebih enam pekan untuk mencapai hutan terpencil demi melakukan penelitian. Kepada BBC, dia berbagi momen-momen saat menemukan tikus hidung-babi tersebut. “Kami sudah memasang perangkap selama berhari-hari. Ketika ada yang terperangkap, yang saya temukan adalah spesies tikus yang benar-benar baru. Saya langsung berteriak, ketika tahu hewan ini spesies baru,” cerita Rowe. Tikus yang kami tangkap dalam keadaan sehat, bahkan terlihat baru saja mendapatkan mangsa. Beratnya sekitar 250 gram. Rowe menambahkan, ada spesies lain di Sulawesi yang mirip dengan apa yang baru ditemukan timnya. Namun, dia menegaskan, keduanya adalah spesies yang berbeda. "Tahun lalu kami menemukan tikus amfibi dan tidak bergigi di sini. Banyak evolusi morfologi luar biasa terjadi di Sulawesi.”
Tikus hidung Babi Tikus hidung Babi, Hyorhinomys stuempkei (Foto: BBC.com)

Rowe juga mengklaim keunikan tikus spesies baru itu melebihi ekspektasi tim ekspedisinya. “Jelas sekali lubang hidungnya yang menyerupai hidung babi, sangatlah unik. Namun, Hyorhinomys juga punya muka panjang dan telinga yang lebih besar dibandingkan kebanyakan tikus. Selain itu bentuk gigi bawah hewan ini lebih mirip gigi bawah celurut,” ungkapnya. “Tikus ini juga memiliki rambut kemaluan yang sangat panjang, yang biasa ditemukan pada mamalia Australia lainnya.” Tikus hidung-babi ini sedang dilestarikan dan dikembangbiakkan di sebuah museum di Indonesia. bbc.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli50%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mobil Listrik Asli dari Gresik Siap Diproduksi Masal Sebelummnya

Mobil Listrik Asli dari Gresik Siap Diproduksi Masal

Misteri Tupai Penghisap Darah Pemangsa Kijang yang Hidup di Belantara Borneo Selanjutnya

Misteri Tupai Penghisap Darah Pemangsa Kijang yang Hidup di Belantara Borneo

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.