Rasa Minangkabau dari Tanah Belgia

Rasa Minangkabau dari Tanah Belgia
info gambar utama

Oleh : Asro Suardi (Asro Sikumbang Minangkabau)

26 September 2015 merupakan hari berbahagia bagi Perantau Minang di Belgia. Tepat pada hari itu perantau Minang di Belgia mengadakan sebuah acara yang bertajuk “Minang People “Food & Gathering”. Acara ini terwujud berkat kekompakan dan keinginan bersama persatuan para perantau Minang di Belgia yang berawal dari kegiatan berkumpul sesama perantau.

Rumpun Keluarga Minang di Belgia. Juga dihadiri Perantau dari Belanda dan Perancis
info gambar

Perkumpulan Diaspora Minangkabau dRi Tanah Belgia ini yang tergabung dalam “Rumpun Minang di Belgia “ ini telah diakui oleh pemerintah kota Deinze sebagai tempat didaftarkannya organisasi ini yang berjarak 75 Kilometer dari Ibukota Brussel. Dengan wujud keinginan memperkenalkan Minangkabau Khusunya dan Indonesia Umumnya di Tanah Belgia Khususnya dan Tanah Eropa Umumnya. Utama Sekali untuk mewujudkan upaya melestarikan dan memperkenalkan Minangkabau kepada Generasi Muda Rumpun Minang di Belgia yang pada umumnya memiliki darah campuran Minang – Belgia.

Rangkaian acara “Minangkabau Gathering : People & Food ” oleh Rumpun Minang di Belgia ini diisi dengan Pengenalan Sumatera Barat / Minangkabau dengan Media Foto dan Video,Tari Piring, Musik Rakyat, Tari Indang, Silek, Tari Pucuak Pisang dan beberapa kegiatan lainnya.

Rangkaian Kegiatan " Minangkabau Gathering : People & Foo" oleh Rumpun Minang di Belgia

Uniknya kegiatan tari tradisional ditampilkan oleh anak – anak campuran Minangkabau – Belgia. Sebagaimana upaya awal didirikannya perkumpulan dan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan Minangkabau kepada Generasi Muda berdarah campuran Minang – Belgia. Selain itu pertunjukan Tari Piriang didukung oleh perantau Minang dari Perancis, Tari Rantak Kreasi oleh Perantau Minang di Belanda dan pertunjukan gerakan Silek didukung oleh generasi muda berdarah campuran Minang – Belanda dari Belanda. Kegiatan Tari Tradisional ini dilatih oleh salah satu perantau Minang yang merupakan pelatih tari disana, dampak baik dari kegiatan ini langsung terlihat sebagaimana dengan tujuan utama. Salah satu dari anak – anak campuran Minangkabau – Belgia ingin lebih dalam mempelajari Tari Minangkabau sebagai bagian tanah asalnya.

Jamuan Carano Kepada atase KBRI di Belgia. Dalam rangkaian Tari Pasambahan Oleh Anak - Anak Rumpun Minang di Belgia.
info gambar
Tari Indang dibawakan oleh Anak - anak campuran darah Minang (Indonesia) - Belgia .
info gambar
Gerakan Pencak Silat Oleh Sabrina. Bentuk Dukungan Generasi Muda berdarah campuran Minang (Indonesia - Belanda
info gambar


Tari Piriang dibawakan oleh Anak - anak campuran darah Minang (Indonesia) - Belgia bersama Pelatih yang merupakan perantau Minang di Perancis
info gambar
Tari Payuang oleh Omen Ohorela dan Dorina Sari . Bentuk Dukungan Perantau Minang di Perancis.
info gambar
Tari Piriang oleh Omen Ohorela . Bentuk Dukungan Perantau Minang di Perancis.
info gambar

Selain itu menu yang dihadirkan untuk menjamu tamu undangan kegiatan ini adalah Menu Khas Minangkabau seperti Rendang, Dendeng Lambok, Ikan Balado, Ayam Singgang, Soto Padang dan menu lainnya.

Daftar Menu Kegiatan " Minangkabau Gathering : People & Food" oleh Rumpun Minang di Belgia
Menu Kegiatan " Minangkabau Gathering : People & Food" oleh Rumpun Minang di Belgia. Menu Khas Minangkabau

Sehingga 26 September 2015 bagi para perantau Minang di Belgia serasa berada dikampung halaman dengan rangkaian acara dan masakan yang sangat Minangkabau.

Dari info yang didapat dari para perantau Minang di Belgia yang mengadakan acara ini, kegiatan yang pertama kalinya diadakan ini mendapatkan respon baik dan dukungan penuh dari KBRI di Belgia. Selain itu Jumlah Pengunjung yang datang yang pada umumnya masyarakat Belgia juga terbilang lumayan banyak, dan para perantau Minang di Belgia juga berhasil memberikan banyak info tentang Sumatera Barat / Minangkabau ke para Pengunjung. Respon positif dari para pengunjung adalah dengan adanya beberapa pengunjung yang mulai melirik untuk datang ke Sumbar.

Hal ini semakin memberikan kekuatan dan semangat untuk perantau Rumpun Minang di Belgia untuk menjadikan perkumpulan ini semakin kuat. Setelah mendapatkan respon dan dukungan penuh dari pihak KBRI serta telah diakuinya oleh pemerintah setempat di Belgia. Selain juga dalam kegiatan ini terlihat kekompakan para perantau Minang di Eropa seperti terlihat adanya dukungan pelaksanaan acara dari Perantau Perancis dan Generasi Muda Minang – Belanda dari Belanda.

Sambutan dari pihak KBRI di Belgia
info gambar

Setelah suksesnya diadakannya kegiatan Rumpun Minang di Belgia ini, para perantau Minang Belgia berencana untuk mengadakan ditahun depan. Rencana pelaksanaan kegiatan untuk tahun depan adalah dengan mengangkat tema upacara adat pernikahan tradisional Minangkabau.

Ini merupakan salah satu dari sekian banyak Diaspora Indonesia yang dilakukan oleh Masyarakat Indonesia yang berada di Perantauan. Sebagai suatu bentuk rasa bangga dan rasa memiliki Indonesia. Sudah sepatutnya menjadi cermin untuk kita bersama yang berada di kampung halaman kita sendiri untuk bangga dan cinta menjadi Indonesia. Sudah banyak juga kita lihat, bahwa yang peduli dengan hasil warisan nenek moyang kita adalah warga asing yang ingin mengenal Indonesia. Akankah nantinya kita belajar keorang lain tentang warisan nenek moyang kita sendiri.

Salut dan Bangga dari kami untuk semua saudara – saudara di tanah perantauan yang Bangga menjadi Indonesia. Cinta dan Bangga menjadi Indonesia.

Kata Kunci : Minangkabau, Perantau, Indonesia , Belgia

Referensi Data :

1. Wawancara Via Media Sosial dengan perantau Rumpun Minang di Belgia

Sumber Foto :

1. Dokumentasi Perantau Minang dari Belanda. Ibu Efi Carelse

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AM
RG
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini