Lupa Sandi?

Belajar Bercocok Tanam di Padang Panjang

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Belajar Bercocok Tanam di Padang Panjang
pembajak_sawah Anggota Pertubuhan Peladang Negeri Sembilan, Malaysia, mengujungi Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, untuk mempelajari sistem pertanian setempat. "Kami melihat ada perbedaan cara bercocok tanam dari peladang di Negeri Sembilan dengan petani yang ada di Padang Panjang ini," kata pemimpin rombongan Pertubuhan Peladang Negeri Sembilan Datuk Ibrahim ketika berkunjung ke Padang Panjang, Selasa, 20 Oktober 2015. Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta Kepala Dinas Pertanian serta pejabat dari instansi terkait menjamu rombongan dari Negeri Sembilan yang terdiri atas 30 orang dan bertukar pengalaman soal pertanian. "Kami di Negeri Sembilan bisa menghasilkan produktivitas padi sekali panen tiga sampai empat ton per hektare," katanya. Namun hasil itu menurut dia masih jauh di bawah produktivitas lahan padi Padang Panjang yang mencapai lima sampai delapan ton per hektare. "Kami butuh pengetahuan yang lebih dari sistem pertanian Padang Panjang ini," katanya. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Panjang Candra mengatakan selama ini produksi padi Padang Panjang selalu surplus, melebihi kebutuhan masyarakat setempat, sehingga sebagian dijual ke luar daerah. "Kami memiliki lahan pertanian sekitar 630 hektare, sebagian besar lahan organik yang bisa meningkatkan hasil pertanian," katanya. Rombongan peladang dari Negeri Sembilan akan berada di Padang Panjang selama tiga hari untuk melihat langsung produksi pertanian, dan peternakan. "Nanti kami akan ajak bapak-bapak langsung melihat lahan pertanian, produk perikanan dan peternakan yang ada di Padang Panjang ini," kata Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Padang Panjang, Soni Budaya Putra. disadur dari TEMPO

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata