Lupa Sandi?

Aplikasi Anak Bangsa untuk Berantas Buta Aksara

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Aplikasi Anak Bangsa untuk Berantas Buta Aksara
unnamed ditulis oleh Nanien Yuniar untuk ANTARA Aplikasi Marbel Belajar Membaca buatan Educa Studio dibuat untuk memberantas buta aksara lewat fitur edukatif mengenal huruf, mengeja suku kata, hingga membaca kosakata disertai gambar dan animasi menarik. “Aplikasi Marbel Belajar Membaca kami rancang sebagai sarana pendidikan membaca yang mudah dipahami dan menyenangkan untuk semua kalangan, khususnya anak-anak,” tutur Andi Taru, CEO Educa Studio, dalam siaran pers, Senin. Aplikasi gratis yang dirancang untuk usia 6-8 tahun itu menawarkan edukasi lewat permainan seperti bermain menebak suku kata, bermain ketangkasan membaca dan memisahkan sukukata. Educa Studio juga meluncurkan fitur tambahan berupa materi belajar eja nama buah, eja nama sayur, eja warna dan eja nama hewan. Selain itu, Educa Studio meningkatkan standar rekaman suara dengan teknologi terkini sehingga suara lebih jernih serta menggunakan Intel NDK versi Android agar kecepatan aplikasi menjadi lebih baik. Saat ini aplikasi Marbel Belajar Membaca yang dapat diinstall oleh pengguna Android dan iOS telah diunduh oleh lebih dari 350,000 kali. Dalam laporan yang dilansir Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud 2015, tercatat jumlah penduduk buta aksara nasional tersisa 3,76 persen atau sekitar 6.007.486 orang pada akhir 2014. Tahun sebelumnya ada 4,03 persen penduduk atau sekitar 6.165.406 orang buta aksara. Wilayah yang menjadi prioritas penuntasan aksara oleh Kemendikbud adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara