Tiga Ilmuwan Bangsa Raih Anugerah Habibie Award 2015

Tiga Ilmuwan Bangsa Raih Anugerah Habibie Award 2015

Tiga Ilmuwan Bangsa Raih Anugerah Habibie Award 2015

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Anak-anak bangsa terus menerus menuai prestasi dalam berbagai bidang. Kali ini tiga ilmuwan Indonesia mendapatkan anugerah Habibie Award. Sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Habibie Center untuk prestasi para ilmuwan bangsa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia sebagai bentuk apresasi. Bertempat di Perpustakaan Habibie dan Ainun, Patra Kuningan, Jakarta, Selasa (24/11), Ketua Yayasan SDM Iptek Habibie Center Wardiman Djojonegoro memberikan Habibie Award kepada tiga ilmuwan asli Indonesia. Ketiganya dinilai berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan iptek yang baru serta bermanfaat berarti bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian. Habibie award 2015 Tiga ilmuwan yang mendapatkan anugerah Habibie Award, yakni Dr Eng Wisnu Jatmiko M.Kom di bidang ilmu rekayasa. Prof Dr Nina Herlina MS di bidang ilmu sosial, dan Prof Emeritus Drs Abdul Djalil Pirous di bidang ilmu kebudayaan. Wisnu Jatmiko lahir di Surabaya pada 16 Desember 1973. Saat ini, Wisnu masih menjadi peneliti yang produktif di lingkungan Universitas Indonesia. Wisnu memiliki artikel ilmiah dengan total lebih dari 100 publikasi internasional. Sebagian besar dari artikel tersebut telah terindeks di Scopus. Doktor yang satu ini memang sudah dikenal sebagai peneliti dan inovator handal. Diantara beberapa karya-karya Wisnu terdapat enam karya yang telah mendapatkan hak kekayaan ilmiah, yaitu simulator robot pencari sumber asap, sistem telehealth pertumbuhan janin, prototipe sistem pengaturan lampu lalu lintas terdistribusi, e-cardio, sistem informasi zakat, dan kompresi EKG 12 Lead. Sedangkan untuk bidang ilmu sosial, penghargaan diberikan kepada Prof. Dr. Nina Herlina Lubis. Perempuan kelahiran Bandung, 9 September 1956, itu merupakan doktor ilmu sejarah wanita pertama di Jawa Barat dan ketiga di Indonesia. Nina merupakan seorang ahli budaya Sunda namun dikenal sebagai seorang batak. Dirinya telah berkeliling di 26 negara dan mempresentasikan 14 makalahnya dalam seminar internasional. Selain itu, Nina juga aktif menulis berbagai artikel di surat kabar, majalah, dan menulis buku hingga tahun 2013 yang lalu dirinya mendapat Anugerah Rucita Wicara dari Universitas Padjajaran (UNPAD). Prof Nina juga dikenal sebagai "Ibu yang melahirkan Pahlawan" sebab melalui penelitian dan perjuangan beliau banyak tokoh-tokoh perjuangan yang akhirnya diberi gelar pahlawan. Beberapa diantaranya yaitu: Iwa Koesoemasoemantri (2001), Maskoen Soemadiredja (2004), Gatot Mangkoepradja (2004), K. H. Nur Ali (2006), RM Tirto Adi Soerjo (2006), K. H. Abdul Halim (2008), dan Mr. Sjafruddin Prawiranegara (2011). Penghargaan terakhir di bidang kebudayaan diberikan kepada Prof Emeritus Drs Abdul Djalil Pirous. Pria asal Aceh ini merupakan pelukis senior seni rupa modern bernapaskan Islam. Dia dikenal sebagai guru besar emeritus bidang seni rupa ITB. Pelukis yang dikenal dengan nama AD Pirous ini merupakan seniman yang konsisten menghasilkan karya-karya lukisan dan grafis. Salah satu pameran tunggal yang pernah digelarnya adalah A.D Pirous: Verses of the Universe", University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. AD Pirous mengatakan, perjuangannya pada usia tua memperkenalkan identitas seni rupa modern di Indonesia. Pirous berharap, karya seni jangan hanya media, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam aspek nilai kemanusiaan. Anugerah Habibie Award merupakan salah satu rangkaian kegiatan acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-16 Habibie Center. Adapun, penghargaan yang diberikan berupa medali, sertifikat, dan uang sebesar 25 ribu dolar AS. "Harapan kami ke depan, pemberian anugerah ini mendorong semangat para peneliti Indonesia agar terus berkarya di bidang iptek. Ditularkan ya, Pak, Bu, ke ilmuwan yang lain," ujar Wardiman di Perpustakaan Habibie dan Ainun, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta, Selasa (24/11). republika.co.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Professor asal Solo, Ilmuwan Kelas dunia Pembedah Perut Bumi Sebelummnya

Professor asal Solo, Ilmuwan Kelas dunia Pembedah Perut Bumi

8 Juni 2020, Ojol DKI Kembali Bisa Angkut Penumpang Selanjutnya

8 Juni 2020, Ojol DKI Kembali Bisa Angkut Penumpang

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.