Pertama di Asia Tenggara, Museum Gunung Api Merapi

Pertama di Asia Tenggara, Museum Gunung Api Merapi

Pertama di Asia Tenggara, Museum Gunung Api Merapi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah tempat bernaungnya sebuah gunung merapi paling aktif di Indonesia, Gunung Merapi, berinisiatif untuk membuat sebuah museum yang belum pernah ada di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Museum tersebut diberi nama Museum Gunung Api Merapi (MGM), yang diharapkan akan menjadi wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunungapi, gempabumi, dan bencana alam lainnya. Museum Gunung Api Merapi Saat ini lokasi MGM terletak di kawasan lereng Merapi, tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, sekitar lima kilometer dari kawasan obyek wisata Kaliurang. Musuem ini dibangun dengan luas sekitar 4,470 m2 yang berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektar. Museum ini direncanakan akan terus menambah banyak fasilitas pendukung sejak diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro. Museum ini bervisi untuk dikenal sebagai ‘Museum Gunungapi Merapi, Merapi Jendela Bumi’. MGM saat ini telah dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi tentang geologi khususnya tentang Gunung Api dan penanggulangan bencana terkait dengan aktifitas geologi lainnya dengan cara-cara penyampaian yang lebih rekreatif dan edukatif. Museum Gunung Api Merapi Museum yang memiliki bangunan berbentuk limas dengan atap tumpang dan dinding dari bebatuan ini dibuka untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang kajian ilmiah, sosial-budaya maupun ekonomi yang berkaitan dengan Gunung Api dan sumber bencana geologi lainnya. Oleh karena itu MGM diharapkan dapat menjadi solusi alternatif sebagai sarana yang sangat penting dan potensial sebagai pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunungapi serta bencana geologi lainnya. Hanya dengan membayar tiket masuk yang cukup terjangkau, pengunjung dapat menikmati berbagai media edukasi yang disediakan seperti pemutaran dokumenter tentang merapi dan gunung api di mini teater ataupun alat-alat peraga terkait bencana geologi dan tentang cara kerja gunung api. Tentu saja, museum ini sangat cocok bagi anda yang memiliki ketertarikan pada gunung.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Keceriaan Bawah Air "Umbul Ponggok" Sebelummnya

Keceriaan Bawah Air "Umbul Ponggok"

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon Selanjutnya

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.