Ini dia Rumah Sakit Apung Pertama di Indonesia

Ini dia Rumah Sakit Apung Pertama di Indonesia

Ini dia Rumah Sakit Apung Pertama di Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan terus berkembang membutuhkan banyak sekali infrastruktur pendukung. Namun membangun infrastruktur untuk keperluan peradaban yang bergantung pada laut tidaklah semudah seperti melakukan pembangunan di darat. Salah satu contoh persoalannya adalah bagaimana untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang mampu berpindah-pindah dari pulau yang satu ke pulau yang lainnya dengan masyarakat yang mayoritas hidup di pesisir pantai. Tentu saja masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan membangun rumah sakit di daratan. Sehingga solusinya adalah menggunakan rumah sakit terapung. kri dr seoharso 1 Kabar baiknya, Indonesia telah memiliki sebuah kapal yang berfungsi sebagai Rumah Sakit Apung. Kapal yang ditunjuk untuk menjalankan misi tersebut adalah KRI dr. Soeharso 990 yang merupakan Rumah Sakit Apung pertama di Indonesia. Sebelum menjadi rumah sakit apung, kapal ini bernama KRI Tanjung Dalpele yang digunakan sebagai kapal serba guna yang berfungsi sebagai kapal bantu angkut personel (BAP). Nama dr. Soeharso diambil dari nama seorang dokter orthopedi (dokter ahli bedah tulang) yakni Prof. dr. Soeharso nama yang sama dengan nama rumah sakit orthopedi dan rehabilitasi di Solo. dr. Soeharso dianggap telah banyak berjasa selama masa perjuangan kemerdekaan membantu menolong dan merehabilitasi pejuang yang mengalami cacat anggota gerak tangan dan kaki akibat peperangan. Kapal ini berbobot 11.394 ton kosong dan 16.000 ton berisi penuh. Kapal sepanjang 122 meter, lebar 22 m, dan draft 6,7 m ini mempunyai geladak yang panjang dan luas sehingga mampu mengoperasikan dua buah helikopter sekelas Super puma sekaligus. KRI dr. Soeharso juga dilengkapi 1 ruang UGD, 3 ruang bedah, 6 ruang poliklinik, 14 ruang P-jang Klinik dan 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur. Selain ruangan rawat inap ada juga ruang Poli Gigi, Poli mata dan lainnya. Kapal ini memiliki 75 anak buah kapal (ABK), 65 staf medis dan mampu menampung 40 pasien rawat inap. Jika dalam keadaan darurat, KRI DR Soeharso juga dapat menampung 400 pasukan dan 3000 penumpang. Kapal yang memiliki misi untuk menyediakan fasilitas kesehatan (Surya Bhaskara Jaya dan Baksos TNI Terpadu) di pulau-pulau terdepan dan terpencil di Indonesia ini dipimpin oleh Letkol Laut Slamet Haryono sejak akhir tahun 2013 yang lalu. kri dr soeharso "Kapal KRI dr Soeharso ini buatan Korea tahun 2003 setelah ganti nama dengan KRI dr Soeharso kapal ini banyak dioperasikan untuk bakti sosial di seluruh Indonesia," ujar Slamet Haryono, pria kelahirtan Sidoarjo Jawa Timur, 19 September 1971. Slamet menuturkan, kapal yang berlabuh di dermaga Armada Timur TNI AL Surabaya ini telah beberapa kali dilibatkan bakti kesehatan dan latihan SAR Armabar Jaya, latihan operasi gabungan TNI secara rutin. dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Wajah Lokomotif Diesel Pertama di Indonesia Sebelummnya

Wajah Lokomotif Diesel Pertama di Indonesia

Peringati Hari Gunung Sedunia, Mapala UMN Terapkan Konsep Less Waste Pada Pendakian Perdananya Selanjutnya

Peringati Hari Gunung Sedunia, Mapala UMN Terapkan Konsep Less Waste Pada Pendakian Perdananya

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

Seorang copywriter dan penulis konten yang berusaha menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.