Pembangkit Listrik Alternatif yang Kreatif karya UNTAG Surabaya

Pembangkit Listrik Alternatif yang Kreatif karya UNTAG Surabaya
info gambar utama

Semakin tingginya kesadaran bahwa energi seharusnya diproduksi dengan cara-cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, inovasi-inovasi pun bermunculan. Salah satunya seperti pembangkit listrik karya Mahasiswa Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang satu ini.

Pembangkit listrik yang dirancang oleh Radityo Jalu Atmojo dan rekannya Saiful Efendi ini terbilang cukup unik karena berusaha memanfaatkan potensi kinetik dari aktifitas menaiki anak tangga. Alhasil mereka akhirnya menciptakan sebuah pijakan tangga yang mampu mengkonversi potensi kinetik menjadi energi listrik. Tentu saja inovasi ini merupakan karya alternatif pembangkit energi listrik yang ramah lingkungan.

Memanfaatkan prinsip gaya pegas dan gerak putar, modul spring berfungsi sebagai penggerak utama sedangkan roda gigi berfungsi sebagai sumber gerak putar generator DC (alternator). Alternator tersebut akan menghasilkan arus listrik yang kemudian disimpan di dalam aki. Listrik tersebut cukup untuk menyalakan lampu.

"Pijakan anak tangga yang menggunakan gaya pegas naik turun tersebut difungsikan sebagai penggerak utama roda gigi. Penggerak utama roda gigi inilah yang merupakan sumber tenaga penggerak generator DC maupun sebagai alternator penghasil listrik ," kata salah satu perancang anak tangga pembangkit listrik, Radityo Jalu Atmojo di Surabaya, Rabu (10/02/2016).

Kemudian rekan Radit, Saiful Efendi menambahkan bahwa dalam mekanisme dan perancangannya alat tersebut tetap menggunakan ukuran standar dari anak tangga, supaya ketika digunakan oleh peraga alat tersebut tetap aman.

Pijakan Anak Tangga yang menghasilkan Listik karya mahasiswa UNTAG (Foto: Untag.ac.id)
info gambar

Pijakan anak tangga yang mereka buat berukuran panjang 60 cm, lebar 26 cm, dan tebal 5 cm. Pemasangan spring diposisikan di bawah dari setiap pijakan anak tangga. Spring kemudian digabung dengan gigi roda yang berbentuk vertikal, dan dihubungkan dengan rantai untuk menggerakkan gigi utama. Gigi utama terletak seporos dengan alternator.

"Untuk anak tangga ini kami menggunakan ukuran standar dan kemiringan standar, yaitu menggunakan sudut 40 derajat dan kemiringan 45 derajat, sehingga tetap memperhatikan faktor keselamatan," terangnya.
"Desain dan konstruksinya juga masih bisa dikembangkan lagi oleh adik kelas maupun masyarakat," jelas Saiful.

Meskipun belum ada kalkulasi pasti mengenai jumlah arus listrik yang dihasilkan per hari, Radityo dan Saiful berharap alat yang mereka ciptakan itu mampu menjadi sumber energi alternatif saat terjadi pemadaman listrik. Mereka juga ingin memberi inspirasi dan motivasi untuk selalu berkarya dalam menciptakan energi listrik alternatif yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Dengan pemanfaatan pijakan anak tangga sebagai energi alternatif ini akan membuat nilai lebih dari fungsi tangga itu sendiri,” pungkas Saiful.


Sumber : ANTARA
Sumber Gambar : UNTAG

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BR
YF
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini